Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Musim Hujan, Laundry Diburu

Bagikan

MATARAM – Musim penghujan membawa berkah bagi pebisnis laundry. Penghasilan mereka bertambah dalam beberapa pekan terakhir. Salah satunya Banyu Laundry yang dikelola Siti Swarni di Sesela, Lombok Barat.

a�?Pendapatan saya bisa tembus Rp 1 juta sehari,a�? kata Swarni kepada Lombok Post kemarin (24/11).

Swarni mengawali bisnisnya dengan menjual air isi ulang. Dari situ, dia lantas mengembangkan bisnisnya dengan membeli satu unit mesin cuci. Semua pekerjaan mencuci, menjemur, dan seterika dia kerjakan seorang diri.

Lambat laun, peminat jasanya mulai meningkat, menyusul sejumlah strategi yang dilakukan. Swarni yang juga seorang guru ekonomi di SMK ini memberikan layanan ekstra bagi konsumennya. Salah satunya tepat waktu, rapi, sekaligus layanan antar jemput.

Seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan, dia pun membeli tiga unit mesin cuci, ditambah dengan dua unit mesin pengering. Dia juga mulai menggunakan seterika uap, di mana saat itu belum banyak jasa laundry yang menggunakannya. Sejak itulah pelanggannya mulai bertambah.

a�?Bahkan saya sudah punya pelanggan tetap, yang kalau mau menggunakan jasa loundry, tinggal telepon saja,a�? papar dia.

Dalam menjalankan bisnisnya, Swarni menerapkan sejumlah sistem pelayanan. Pertama regular dengan tarif Rp 4.500 per kilogram, lima jam jadi dengan tarif delapan ribu per kilogram, dan super ekspres dengan tariff Rp 12.000 per kilogram.

Kini dia memperkerjakan tiga orang pegawai. Bahkan jika tengah kebanjiran orderan, Swarni harus mencari tenaga kerja lepas.

a�?Biasanya kalau hari libur seperti Lebaran, Tahun Baru, dan libur sekolah kami mulai kebanjiran orderan. Musim penghujan seperti ini juga, karena kami punya mesin pengering ,a�? tandas dia.

Ke depan, dia berencana menambah jejaringnya agar bisa memperluas bisnisnya. Mengenai persaingan bisnis, Swarni selalu menerapkan inovasi agar tidak tertinggal lainnya. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka