Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Pasar Terbuka Ekonomi Syariah

Bagikan

MATARAM – Pondok pesantren (ponpes) merupakan pasar potensial untuk pengembangan bisnis syariah. Sayangnya, tidak banyak pelaku ekonomi syariah yang menjadikan ponpes sebagai target pasarnya.

Pengasuh Ponpes Nurul Haramain, Narmada, Lombok Barat TGH Hasanain Juaini mengatakan ponpes sangat terbuka menerima calon investor. Hanya saja, calon investor tentunya harus mengetahui perilaku ekonomiA� di ponpes. Artinya, tidak sekadar mengejar keuntungan belaka, tapi harus ikut berkonstribusi dalam pengembangan pendidikan.

Hasanain, menjelaskan, jumlah ponpes di Pulau Lombok mencapai 327 buah. Potensi ini mestinya dioptimalkan, terutama dalam mengembangkan bisnis syariah.

a�?Ini pasar yang jelas dengan jumlah konsumen yang jelas pula,a�? kata Hasanain kepada Lombok Post kemarin (24/11).

Banyak segmen bisnis yang bisa dikembangkan di ponpes. Tidak hanya perbankan, berbasis syariah, juga klinik kesehatan, hingga bisnis obat herbal dan jasa. Dia percaya para pebisnis yang cerdik tentu segera beraksi tanpa harus menunggu lama.

a�?Apalagi harus meninjau lapangan karena demand yang ada di pondok pesantren itu sangat jelas,a�? tandasnya.

Sebenarnya, sejumlah pengusaha lokal sudah mulai melirik ponpes. Salah seorang pengusaha properti, H Ahmad Rusni berencana membangun ekonomi berbasis ponpes. Dia berencana membangun banyak ritail di sejumlah ponpes di Pulau Lombok.

a�?Tidak saja retail, nantinya terdapat bisnis turunan baik menyangkut pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial,a�? kata Direktur PT Dasar Islam Sakinah ini. Dia menilai pengembangan ekonomi syariah harus diupayakan semaksimal mungkin, sehingga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. (tan/r3)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka