Ketik disini

Selong

Pemkab Apresiasi After School Program

Bagikan

SELONGAfter School Program sebagai rangkaian kegiatan Sampoerna untuk Indonesia (SUI), yang dilaksanakan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), kemarin (24/11) A�resmi ditutup. Acara penutupan dilaksanakan di Lapangan Sikur Lombok Timur (Lotim) dihadiri Wakil Bupati Lotim H Haerul Warisin serta jajaran direksi PT HM Sampoerna Tbk. Dalam kesempatan tersebut, Wabup A�mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai pelaksanaannya sangat tepat digelar di Lotim.

“Lotim saat ini menjadi salah satu daerah penyuplai tembakau perusahaan Sampoerna. Jadi saya pikir kegiatan ini tepat dilaksanakan di sini,” kata dia kepada wartawan.

Dijelaskannya, melalui kegiatan ini Sampoerna telah menunjukkan komitmennya membangun dunia pendidikan. Yakni dengan A�mewadahi kreativitas anak para petani tembakau yang ada di Lotim. Namun demikian, Wabup berharap ke depan perhatian tersebut bisa lebih ditingkatkan. Salah satunya yakni dengan memberikan beasiswa kepada anak para petani.

” Sehingga harapan jangka panjangnya tidak ada lagi anak petani di Lotim yang putus sekolah,” jelasnya.

Program ASP ini telah dilaksanakan serentak di 28 sekolah di Nusa Tenggara Barat. Ada 14 sekolah peserta program yang baru tergabung pada tahun 2016. Ke-14 sekolah tersebut tersebar di Lombok Timur dan Lombok Tengah, di antaranya untuk Lombok Timur diikuti oleh, SDN 3 Rumbuk, SDN 4 Rumbuk, SDN 3 Kabar, SDN 1 Bungtiang, SDN 1 Lepak, SDN 1 Montong Baan, SDN 2 Montong Baan, SDN 2 Sukadana, SDN 3 Sukadana, SDN 6 Sukadana. Sedangkan di Lombok Tengah diikuti olehl SDN 1 Montong Gamang, SDN Embung Karung, MI NW Assirajudin.

After School Program A�merupakan program pendampingan yang ditujukan bagi anak-anak usia sekolah dasar untuk dapat mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler A�di luar sekolah. Tujuannya untuk mencegah para siswa turut bekerja di perkebunan tembakau bersama orang tuanya di sejumlah wilayah di Indonesia.

Program yang resmi memasuki tahun keempat ini tercatat memberikan dampak A�kepada 100 guru, 1.400 orangtua, 2.800 siswa dari 28 sekolah dasar se-Lombok Timur dan Lombok Tengah. Program ini juga melibatkan sekitar 140 orang dari komunitas sekolah yang berkontribusi membantu sekolah dalam melatih para siswa diberbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dijalankan.

a�?Program ini merupakan salah satu wujud komitmen Sampoerna untuk Indonesia dalam mengembangkan potensi yang dimiliki siswa-siswi di Indonesia,a�? kata Henny Susanto selaku Head of Stakeholder, Regional Relations and CSR Sampoerna.

Selain itu acara penutupan program ini dihadiri berbagai pihak. A�Seperti para orangtua, anggota komite sekolah, sekolah penerima program, tokoh masyarakat, serta PSF School Development Outreach sebagai fasilitator program ini.

a�?Melalui kerja sama berkelanjutan yang telah dilakukan oleh Sampoerna untuk Indonesia dan PSF School Development Outreach, kami melihat berbagai dampak positif dari keberhasilan program. Salah satunya adalah meningkatnya kreativitas siswa dalam kegiatan belajar-mengajar,a�? ungkap Gusman Yahya, Head of Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach. (ton/r2/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka