Ketik disini

Headline Metropolis

Pemkot Ajak Keroyokan

Bagikan

MATARAM – Persoalan kemiskinan masih menjadi tugas yang harus diselesaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram. Dari data Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2015, disebutkan angka kemiskinan di Kota Mataram menyentuh angka 46 ribu penduduk.

Angka ini memang relatif sulit dientaskan. Sebab, jumlah ini disebut mengalami kompleksitas persoalan. Mulai dari soal pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan tempat tinggal tidak layak huni.

“Itulah sebabnya kita giat membuka lapangan pekerjaan. Caranya, ya memberi ruang sebesar-besarnya bagi investor masuk,a�? kata Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, Kamis (24/11) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Ahyar sempat menyindir soal gencarnya media memberitakan investor yang membangun tanpa mengantongi syarat lengkap.A� “Kritik seperti itu, saya rasa kurang tepat,” cetusnya.

Menurutnya, meski bangunan sudah dikerjakan di saat syarat belum lengkap, tapi para investor tetap memiliki i’tikat baik. Mereka berupaya melengkapi syarat administratif. “Sebaiknya kita sama-sama dorong investor masuk ke kota ini,a�? imbuhnya.

Alasannya, persoalan kemiskinan di Kota Mataram, tidak bisa hanya diselesaikan oleh Pemkot Mataram. Sebab, anggaran tiap tahun juga terbatas. “Perlu keroyokan,” ungkapnya.

Ia berharap keterlibatan pemerintah provinsi dan pusat. Termasuk juga media massa. “Kalau semua berkomitmen, tidak ada yang tak mungkin. Saya yakin, angka kemiskinan akan terus berkurang,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ahyar juga mengapresiasi komitmen pemerintah pusat. Terutama dalam membantu pengentasan kemiskinan.

“Saya menyambut baik pemberian bantuan sosial dan penyerahan kartu ATM non tunai Program Keluarga Harapan,a�? terangnya.

Kamis (24/11) kemarin, sebanyak 10.571 KK memang mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan itu berupa penyerahan ATM non tunai.

Bantuan PKH ini diklaim mampu mengikis persoalan kemiskinan bagi seperempat jumlah warga miskin kota. “Memang belum bisa menuntaskan semua, tetapi program ini cukup membantu,a�? ujar Ahyar.

Setidaknya, beberapa komponen penyebab kemiskinan seperti pendidikan dan kesehatan bisa tertangani. Khususnya bagi rumah tangga sangat miskin.

Kota Mataram dalam program ini masuk dalam 44 kota di Indonesia yang sudah melakukan perubahan penyaluran dari bantuan sosial tunai ke non tunai. Kota Mataram juga dijadikan sebagai pilot project Pemprov NTB untuk bantuan model baru ini.

Untuk mendukung program ini, Pemkot Mataram rencananya akan ikut membangun fasilitas pencairan bantuan dengan membangun e-warung. a�?Minimal e-warung ini, ada di semua kecamatan,a�? tutupnya.

Sementara itu, Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia Harry Hikmat mengatakan, pengembangan dari model baru bantuan non tunai ini juga nantinya akan menyasar bantuan untuk beras sejahtera, bantuan sosial lanjut usia, bantuan disabelitas dan lainnya.

a�?PKH itu mencover 11 persen (warga miskin) ke bawah, sedangkan rastra (beras sejahtera) mencover 25 persen ke bawah,a�? terangnya.

Bantuan ini, merupakan bantuan tahap ke III tahun 2016. Dan akan terus digulirkan pemerintah untuk memberi kemanfaatan pada warga program keluarga harapan.

a�?Nilai bantuan yang kita serahkan hari ini sebesar Rp 3,6 miliar dari total bantuan sebesar Rp 19,653 miliar,a�? tandasnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka