Ketik disini

Giri Menang

Polisi, Hakim, dan Jaksa Kompak Sidang di Tempat

Bagikan

Di hari kesembilan Operasi Zebra kemarin, jajaran Polres Lobar berinovasi. Penyitaan surat-surat kendaraan dan SIM tidak dilakukan. Tapi, para pelanggar diharuskan menjalani sidang di tempat.

***

TANGAN Mahyudin (nama samaran) bergetar hebat. Mulutnya terus komat kamit seakan membaca mantra. Detak jantungnya berubah kencang.

Mahyudin terlihat gusar. Melihat kerumunan polisi lalu lintas (Polantas) lengkap dengan rompi hijau khasnya di tengah jalan.

Mahyudin ragu mau maju atau malah memutar balik arah kendaraannya. Wajahnya pun tampak pucat.

Karena alasan mengejar waktu hendak menyebrang ke Pelabuhan Lembar. Ia milih rela kena apes. Ia pasrah kena tilang. Gara-gara Surat Izin Mengemudi (SIM) miliknya sudah kedaluwarsa.

Ya, Mahyudin adalah salah satu dari 104 pengguna jalan yang mendapat surat tilang hari itu.A� Namun karena harus menjalani sidang di tempat. Ia tidak perlu datang ke pengadilan untuk membayar denda tilang sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

Memasuki hari kesembilan Operasi Zebra, Polres Lobar memang berinovasi. Dengan menggandeng Pengadilan Negeri (PN) Mataram, mereka melakukan sidang di tempat.

Karena dilakukan sidang di tempat, maka selain polisi, operasi di Desa Rumak kemarin (24/11)A� juga melibatkan hakim dan jaksa.

“Sidang di tempat ini pertama kali kami lakukan sejak pelaksanaan Operasi Zebra yang dimulai pada 17 November,a�? terang Kepala Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Lobar, Ipda M Sofyan.

Sama seperti target pada operasi sebelumnya, pelanggaran yang dikenakan tilang, mulai dari penggunaan helm, kelengkapan surat kendaraan seperti buku kir, surat trayek dan lainnya.

Demikian pula pengemudi diminta menunjukkan SIM. Pengemudi yang tidak bisa menunjukkan dokumen yang diminta, atau kendaraannya dinyatakan tidak lengkap, langsung kena tilang.

Nanang salah satu pengguna motor terjaring razia. Ia ditilang karena hanya bisa menunjukkan STNK fotocopy. Ia pun hanya bisa pasrah menerima harus menjalani sidang di tempat.

Bukannya sedih, namun ia mengaku sedikit lega. “Untung saja sidang di sini, jadi gak perlu repot jauh-jauh ke pengadilan,a�? katanya.

Proses sidang di tempat hampir sama dengan sidang di pengadilan. Bedanya hanya sidang di pengadilan dilakukan di dalam ruangan.

Telihat satu persatu para pelanggar secara bergantian dibacakan dakwaannya oleh hakim. Serta membayar jumlah denda sesuai tingkat pelanggaran.

Dari 104 pengguna jalan yang ditilang, 91 diantaranya adalah pengguna kendaraan roda dua. Mereka yang kena tilang, rata-rata tidak dilengkapi surat-surat kendaraan dan tidak memiliki SIM. (MUHAMMAD ZAINUDDIN, Giri Menang/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka