Ketik disini

Sumbawa

Tersangka Kapal Perintis Bertambah

Bagikan

SUMBAWA – Setelah dilakukan pengembangan, Kejaksaan Negeri Sumbawa kembali menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kapal perintis di Dinas Perhubungan. Dengan demikian, jumlah tersangka dalam kasus tersebut hingga saat ini mencapai tiga orang.

Adanya penambahan tersangka ini dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa Paryono. Didampingi Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Anak Agung Raka, Paryono mengatakan bahwa tersangka tersebut berinisial Sw. Dalam hal ini, Sw ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pengembangan. ”Sw merupakan direktur dari CV MP (inisial, red), selaku rekanan dalam proyek tersebut,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Sejauh ini, pihaknya sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Dalam hal ini, Sw merupakan pemilik perusahaan yang benderanya dipinjam oleh pelaksana. Saat ini, pelaksana tersebut sudah meninggal dunia. Meski demikian, hal ini juga merupakan tanggung jawab Sw. sebab sebelumnya tidak ada pemberian kuasa direktur dan semua pekerjaan itu adalah tanggung jawab Sw. Uangnya juga masuk ke dalam rekening perusahaan tersebut.

Sementara itu, dua tersangka lainnya adalah Wh selaku Kepala Dinas Perhubungan dan Af selaku PPK yang menjabat saat itu. Rencananya, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan saksi. Termasuk dua tersangka lainnya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sw. Pemanggilan saksi ini akan mulai dilakukan pekan depan.

Sejauh ini, lanjut Paryono, baru satu tersangka yang siap dilimpahkan ke penuntutan, yakni tersangka Af. Rencananya, kasus dengan tersangka Af ini akan ditingkatkan ke tahap penuntutan pekan depan. Sementara untuk tersangka Wh masih dilakukan pemberkasan. ”Bukti-buktinya sudah ada, kita tinggal mematangkan aja berkas-berkas itu,” kata Paryono.

Disinggung mengenai adanya penambahan tersangka baru lagi, menurutnya hal itu bisa-bisa saja. Namun hal itu baru bisa dilakukan tergantung hasil dari pengembangan kasusnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengadaan dua unit kapal perintis ini dilakukan tahun 2009 senilai Rp 275 juta. Dalam pengadaannya, kapal yang dibeli melalui rekanan adalah kapal bekas. Satunya dibeli dari seorang nelayan di Desa Medang Pulau Moyo, sedangkan satunya lagi hasil pelelangan Amanwana yang dibeli dari seorang warga Labuan, Kecamatan Badas. Saat penyelidikan kasus ini, kejaksaan yang turun langsung ke lokasi hanya mendapatkan dua kapal tersebut sudah dalam bentuk puing-puing yang kemudian dijadikan sebagai barang bukti. (run/r 4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka