Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Tidak Pasok Elpiji 3 Kg ke Sumbawa

Bagikan

MATARAM – Ketua Hiswana Migas NTB I Komang Mahendra Gandhi menduga gas elpiji bersubsidi 3 kg yang beredar di Pulau Sumbawa masuk secara ilegal. Sebab, seluruh agen minyak tanah di bawah pantauannya tidak memasok gas elpiji tabung melon tersebut, lantaran belum ada kebijakan konversi dari minyak ke gas untuk wilayah Pulau Sumbawa.

Gandhi menjelaskan, masuknya gas elpiji bersubsidi ke Pulau Sumbawa bisa saja dilakukan oleh pengecer-pengecer dengan berbagai cara. a�?Saya tidak heran jika saat ini banyak beredar gas elpiji di Pulau Sumbawa, lantaran masyarakat membutuhkannya,a�? kata Gandhi kepada Lombok Post kemarin (24/11).

Dikatakan, sejauh ini pihaknya masih menunggu perintah dari Pertamina terkait konversi tersebut. Pihaknya juga belum mengetahui pasti bagaimana perkembangannya. Sebelumnya, dia menerima informasi jika kebijakan konversi itu akan berlangsung pada 2017 mendatang.

Terkait dengan itu, pihaknya dalam posisi menunggu, lantaran belum ada informasi terkini menyangkut rencana konversi minyak tanah ke gas 3 kg itu.

a�?Posisi kami menuggu, begitu ada perintah, tentu semua agen minyak tanah kami akan bergerak,a�? tandas dia.

Sebelumnya, Ditjen Migas Kementerian ESDM menjanjikan koversi minyak tanah ke elpiji 3 kg akan tuntas di NTB pada tahun 2017. Artinya, tahun depan, masyarakat di Pulau Sumbawa sudah mendapat jatah gas melon. Namun, sebelum merealisasikan konversi tersebut, Ditjen Migas terlebih dahulu melakukan pendataan di tahun 2016.

Pemprov NTB juga sudah mendata jumlah masyarakat di Pulau Sumbawa yang menjadi target konversi dari minyak tanah ke elpiji. Jumlahnya mencapai 258 ribu lebih KK. Namun, data yang diusulkan Pemprov ke pusat itu perlu divalidasi kembali oleh Ditjen Migas dengan menunjuk konsultan untuk melakukan pendataan ulang di lapangan.

Diketahui, konversi minyak tanah ke elpiji, sejauh ini baru diberlakukan di Pulau Lombok. Sementara masyarakat di Pulau Sumbawa masih mendapat jatah subsidi minyak tanah. Meski begitu, tetap saja gas elpiji 3 kg beredar di Pulau Sumbawa. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka