Ketik disini

Bima - Dompu

Kasus Kopi Tambora Mulai Disidang

Bagikan

BIMAA� -A� Kasus korupsi pengelolaan kopi Tambora digelar Kamis (24/11) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram. A�Pada sidang perdana ini jaksa penuntut umum (JPU) membacakan dakwaannya.

Kasi Intel Kejari Bima Lalu Muhammad Rasydi A�mengatakan sidang perdana kasus kopi Tambora sudah digelar. Dalam sidang tersebut dihadiran dua terdakwa, yakni Syafruddin Idris dan Suparno.

Saat ditanya isi dakwaan, Rasydi mengaku tidak hafal. Karena dakwaan yang dibacakan dalam persidangan itu cukup panjang.

“Aduh dakwaannya panjang, isinya saya tidak hafal, ke kantor saja ada filenya,” ujarnya pada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin(25/11).

Sidang tersebut akan dilanjutkan Kamis (1/12) pekan depan. Dengan agenda mendengarkan tanggapan penasehat hukum terdakwa atas dakwaan JPU.

“Sidangnya dilanjut Kamis pekan depan,” ujarnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, kasus dugaan korupsi pengelolaan kopi Tambora diusut sejak tahun 2006. Besar anggarannya sekitar Rp 378 juta. Dana itu digunakan untuk biaya penanaman hingga panen kopi. Dugaan kerugian negara dalam kasus tersebut berdasarkan hasil audit BPKP Mataram sebesar Rp 218 juta.

Dua terdakwa sebelumnya a�?bernyanyia�? dan menyebutkan H (inisial), mantan Kadis Perkebunan Kabupaten Bima terlibat kasus tersebut. Sementara status Syarifuddin dan Suparno dalam proyek itu sebagai pelaksana kegiatan pengelolaan kopi Tambora.(yet/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka