Ketik disini

Praya

Loteng Masih Kekurangan Guru

Bagikan

PRAYAA�– – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) merasa jumlah guru di Loteng belum sebanding dengan jumlah lembaga pendidikan dan siswa. Ada sekitar 5 ribu guru yang dibutuhkan untuk menutupi kekurangan tersebut, namun pola pengangkatannya masih terbentur aturan dan anggaran.

a�?Ini yang sedang kita pikirkan, bagaimana kita carikan jalan keluar terbaiknya,a�? kata Bupati HM Suhaili FT dalam sambutannya pada peringatan HUT PGRI ke-71 di lapangan Mujur, Praya Timur, kemarin (25/11).

Minimnya kuantitas guru itu, menurut Suhaili secara langsung berpengaruh pada kualitas peserta didik. Di satu sisi, pemerintah pusat memasang target tinggi. Kendati demikian, pihaknya merasa bersyukur, karena banyak guru bersedia menjadi Guru Tidak Tetap (GTT) atau guru honorer. Jumlahnya saat ini, mencapai 4.360 orang yang tersebar di 597 sekolah dasar (SD), 156 di SMP dan 112 di SMA/SMK negeri maupun swasta di Loteng.

Mereka, kata Suhaili bekerja tanpa pamrih dan tanpa imbalan apa pun dari pemerintah. Kecuali, dari dana BOS itu saja. Atas dasar itulah, pemerintah dalam waktu dekat akan mengeluarkan kebijakan anggaran, untuk memberikan kepastian pendapatan kepada GTT. Syaratnya, mengantongi surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai GTT di lembaga pendidikan masing-masing.

Setelah itu, lanjut Ketua DPD I Golkar NTB tersebut, GTT akan diberikan SK bupati, sebagai syarat pemberian gaji dan tunjangan per bulannya. Bila perlu, diusulkan untuk mendapatkan dana sertifikasi. a�?Secara teknis, saya minta kebijakan ini ditindaklanjuti dinas dan instansi terkait,a�? ujar Suhaili.

Hanya saja, tekan Suhaili tidak semua GTT akan menikmati kebijakan itu. Karena, terbentur anggaran.A�A� Selain itu, Suhaili jugaA� berjanji akan memperhatikan para kepala sekolah (kasek). Mereka yang dianggap berprestasi, akan mendapatkan penghargaan.

a�?Bentuknya, Insya Allah hadiah umrah ke tanah suci,a�? seru Suhaili.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka