Ketik disini

Tanjung

Baru Separo Hotel dan Restoran Bersertifikat Halal

Bagikan

TANJUNG – Sebagai daerah pariwisata, keberadaan hotel di Lombok Utara tentu tidak bisa dibilang sedikit. Namun sebagian besar hotel yang ada di Lombok Utara khususnya tiga gili masih minim mengurus sertifikasi halal, termasuk restorannya.

Di satu sisi, mengurus setifikat halal sudah menjadi kewajiban setiap pelaku usaha hotel dan restoran sesuai peraturan. Baik tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.A� a�?Kami tidak memaksa tetapi mengimbau hotel untuk mengurusnya,a�? ujar Ketua MUI Lombok Utara TGH Abdul Karim saat menghadiri Rakorda MUI se-pulau Lombok di Tanjung, Sabtu (26/11) lalu.

Ditambahkan, meskipun masih ada yang belum mengurus sertifikasi halal, bukan berarti makanan yang disajikan hotel maupun restoran tidak halal. a�?Makanan halal di wisata Lombok sudah melekat bagi pengunjung,a�? katanya.

Untuk itu dia berharap semua pelaku usaha hotel dan restoran mengurus sertifikat halal. “Semakin deras arus wisata, otomotis permasalahan terkait kehalalan pasti akan bermunculan. Maka MUI harus berperan aktif, itu akan dibahas,a�? tandasnya.

Sementera itu, Ketua MUI NTB H. Saeful Muslim membenarkan, sampai saat ini yang sudah mengurus sertifikat halal baru 50 persen. a�?Sebenarnya tahun ini semuanya sudah selesai,a�? ungkapnya.

Menurutnya, sertifikasi halal itu sangat penting. Agar para wisatawan khususnya yang muslim mampu membedakan mana makanan yang halal dan tidak. Sertifikat halal ini juga, dalam rangka mendukung destinasti wisata halal dunia. Ketika berkunjung sudah tersedia toilet yang bersih, tempat wudu, tempat salat, dan makanan yang dijamin kehalalannya.

Karena itu, untuk menuntaskan sertifikat halal itu, saat ini menjadi tugas bersama seluruh komponen untuk menyosialisasikan Perda kepada seluruh pelaku usaha tersebut. a�?Masih banyak yang belum paham, makanya kita sosialisasikan peraturan tersebut,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka