Ketik disini

Headline Metropolis

Membaca Gerakan Politik Ahyar

Bagikan

Belum ada deklarasi. Ahyar terus bergerak. Menyusun kekuatan, bertarung di Pilgub 2018. Ada yang meragukan. Tetapi, sejumlah partai kabarnya mulai meliriknya.

***

TahapanA� Pemilihan Gubernur 2018, sebentar lagi. Para calon yang ngebet duduk di kursi gubernur NTB, mulai menyusun strategi dan kekuatan. Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh salah satu di antaranya. 2018, memang momen loncatan politik yang tepat bagi Ahyar untuk naik tingkat.

a�?Saya hanya membangun silaturahmi,a�? kata Ahyar.

Jawaban ini nyaris lumrah ia sampaikan. Setiap kali awak media, menanyai langkah politiknya, menyusup hingga ke daerah-daerah lawan. Jika sebelumnya sosok Ahyar, cukup sulit diakses dan diundang dalam berbagai acara warga, apalagi dengan skala kampung, kini Ahyar mengaku lebih terbuka.

a�?Keluarga saya di mana-mana, di Lombok Timur, Lombok Tengah, KLU dan lain-lain,a�? dalihnya.

Namun, banyak pengamat menilai Ahyar, tidak sekedar terbuka. Tetapi, memanfaatkan waktu, sosialisasi dan membangun citra. Acara sekelas roahan (tasakuran), begawe (pesta) rakyat desa pun tak segan didatangi politikus senior Partai Golkar ini.

Langkah terbuka Ahyar ini banyak menuai pujian. Ia benar-benar memanfaatkan situasi dan tradisi masyarakat pedesaan dalam membangun kekuatan dukungan. Sampai di sini, memang belum ada kritikan dari pengamat politik. Apakah pola sosialisasinya akan berdampak pada kepemimpinannya di kota.

Justru kritikan itu datang dari lawan politiknya. Adalah Bupati Lombok Timur Ali BD yang melontarkan kritikan pedas. Dengan menyebut kinerja Ahyar sangat mengecewakan. Terutama soal penanganan sampah dan banjir. Namun Ahyar menjawabnya dengan kalem.

a�?Tidak. Saya fikir masyarakat bisa menilai dengan baik kinerja saya, kita terima keritikan itu,a�? jawab Ahyar saat dikonfirmasi terkait sindiran Ali BD beberapa waktu lalu.

Tidak hanya membangun citra melalui silaturahmi, Ahyar juga memanfaatkan teknologi. Melalui media sosial, Ahyar yang sebenarnya tidak begitu paham tentang apa itu media sosial, tiba-tiba secara mengejutkan, punya akun pribadi.

Salah satu akunya di facebook misalnya, mulai didaftarkan sejak Agustus 2016 lalu. Akun itu diberi nama a�?Ahyar Abduha��. Jumlah temannya melejit cepat dalam empat bulan terakhir, hingga mencapai 4.994 akun.

a�?Iya, itu akun saya,a�? jawab dia. Namun, lagi-lagi Ahyar berkelit saat ditanya apakah akun itu bertujuan untuk membangun popularitas menuju Pilgub 2018.

Ia mengatakan hanya ingin lebih dekat dengan warga. Mendengar keluh kesahnya, dan menjawab setiap pertanyaan terkait visi, misi, program dan pelayanan di kota.

a�?Ini adalah salah satu cara saya mendengar aspirasi dari masyarakat,a�? jawabnya diplomatis.

Sebenarnya kalau mau ditelisik lebih jauh, sinyal-sinyal Ahyar maju di pilgub terlihat dari beberapa agenda kota yang digelar. Di sana, selalu diselipkan tagline, a�?…Untuk NTB Lebih Baika�?. Tentu saja, sebagai politisi senior, ini bukan sekedar tagline. Punya makna yang persisnya hanya Ahyar saja yang lebih tahu spesifiknya.

a�?Nggak (ada kaitannya). Tetapi Mataram kan iconnya NTB, kemajuan Mataram tentu saja keberhasilan NTB,a�? kelit Ahyar lagi, saat ditanya tentang tagline itu.

Namun saat didesak soal dukungan partai, Ahyar tidak bisa menyembunyikan kegembiraanya. Ia mengaku, banyak partai yang sudah menjalin komunikasi dengannya. Meski belum mau merinci, namun Ahyar terlihat percaya diri. Bahkan, jika nanti Partai Golkar pada dalam proses pemilihan kader yang harus diusung tidak menunjuk dirinya.

a�?Saya terus bangun komunikasi dengan partai-partai dan sinyalnya cukup baik,a�? jawab dia percaya diri.

Namun jauh dari itu semua, Ahyar mengaku tetap merindukan dukungan dari partai tempat ia dibesarkan. Sampai saat ini, Ahyar berupaya membangun dukungan Partai Golkar, dengan menunjukan kinerja terbaik. Harapannya, itu bisa berbalas dukungan dari rakyat, sehingga pada posisi di mana tidak ada alasan bagi Partai Golkar menolak dirinya maju di pilgub mendatang.

a�?Tapi saya tidak pernah berfikir maju melalui partai lain. Saya juga tidak berniat independen,a�? tegasnya.

Ia bahkan menepis kabar yang menyebut Partai Golkar sudah bulat mendorong Bupati Lombok Tengah sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar HM Suhaili FT. Baginya itu hanya lelucon politik. Sebab, bagaimanapun keputusan partai lahir dari mekanisme yang demokratis yang telah ditentukan.

a�?Itu hanya guyonan politik. Main klaim,a�? sindirnya.

Derap langkah Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh untuk mengejar kursi NTB 1 memang terbuka lebar. Beragam dukungan dari berbagai elemen masyarakat makin terlihat. Terbaru, dua kegiatan besar di digelar yang secara eksplisit seolah mendorong wali kota yang dianggap sukses membangun Mataram ini untuk mengabdi di level yang lebih tinggi. Yang pertama adalah Festival Mataram yang ditutup Sabtu malam (26/11) lalu. Mengangkat tema Dari Mataram untuk NTB, Mataram Punya Cerita untuk NTB yang Lebih Baik.

Jargon itu dianggap bentuk dukungan pelaku wisata kota ini terhadap Ahyar. a�?Mari bersama kita membangun untuk NTB yang lebih baik,a�? seru Kadis Budpar Kota Mataram HA Latif Nadjib dalam sambutannya.

Jargon tersebut mengulang moto yang sama ketika perayaan HUT Kota Mataram Agustus lalu. Menurut Latif, dengan bersatu, pariwisata Mataram bahkan NTB bisa lebih pesat lagi perkembangannya. Festival Mataram lanjutnya adalah gambaran keragaman budaya dan tradisi masyarakat ibu kota yang mewakili banyak etnis.

a�?Sejak dulu kita fokus dan tak pernah lupa pada perkembangan pariwisata,a�? ujarnya.

Kegiatan kedua adalah Rakerda dan Pelantikan Pengurus Komisariat DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Mataram 2016-2021 yang dipusatkan di Pendopo Wali Kota Mataram, kemarin. Ketua DPW PPNI NTB H Muhir dalam kesempatan itu memberikan ragam pujian pada Ahyar Abduh yang dianggap berhasil meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Mataram. a�?Kita harus kompak dan solid untuk pengabdian lebih luas di NTB,a�? ujarnya disambut gemuruh perawat yang hadir.

Ragam terobosan yang dilakukan Mataram menurutnya pantas mendapat apresiasi. Penggratisan pengobatan di puskesmas dan rumah sakit sebelum BPJS Kesehatan salah satu bukti. Keseriusan Mataram juga ditunjukkan dengan beasiswa 80 perawat yang diberikan tahun ini. RSUD Kota Mataram yang sudah selevel RSUD NTB dengan sama-sama bertipe B juga menjadi bukti keberhasilannya menciptakan pelayanan kesehatan terbaik untuk warganya.

a�?Kita harapkan supaya beliau lebih luas pengabdiannya,a�? katanya menggunakan kalimat bersayap.

Ahyar yang hadir di dua kegiatan tersebut hanya menanggapi ragam sanjungan padanya dengan kalem. Dalam pembukaan Festival Mataram, dengan nada berseloroh, ia pribadi mengatakan tak mengerti maksud slogan Dari Mataram untuk NTB, Mataram Punya Cerita untuk NTB yang Lebih Baik.

a�?Tanyakan sama panitia,a�? katanya lantas tersenyum, saat ditanya makna tema tersebut.

Sedang dalam kegiatan PPNI kemarin, ia menegaskan memang menjadikan isu kesehatan sebagai fokus utama. Terkait tagline Tingkatkan Soliditas Peran PPNI Menuju Kota Mataram dan NTB Sehat, Ahyar lagi-lagi menanggapinya dengan bahasa bercabang.

a�?Solid ya solid, kompak. Untuk apa ya terserah,a�? ujarnya lantas tersenyum.

Ia menegaskan tak ada niatan sedikitpun untuk memanfaatkan perawat. a�?Tapi kalau PPMI yang (mau, Red) itu, ya untuk kita bersama,a�? katanya disambut riuh.

Dalam banyak kesempatan, Ahyar memang sudah tak malu lagi mengungkapkan niatnya maju dalam Pilkada NTB. Ia bahkan mengatakan makin rutin bersilaturahmi ke berbagai tempat, meskipun dengan alasan untuk menjalin persaudaraan.

a�?Saya ingin pengabdian yang lebih luas lagi untuk masyarakat NTB,a�? katanya dalam sebuah kesempatan.

Pengamat politik DR Kadri, melihat upaya-upaya silaturahmi masif yang dilakukan Ahyar saat ini, lebih dilihat sebagai membuka peluang-peluang untuk maju dalam pilgub. Meski Ahyar sudah menunjukan kengototannya agar bisa diusung partai dengan membangun popularitas, namun tidak serta merta, mampu menyandera keputusan partai.

a�?Saya fikir tidak bisa menyandera partai, justru dia tetap akan berat menggunakan kendaraan Golkar (walau dengan popularitas tinggi),a�? kata Kadri.

Status Ahyar saat ini yang tidak lagi memegang jabatan strategis di Partai Golkar, membuat daya tawarnya semakin lemah. Berbeda halnya dengan Suhaili. Posisinya sebagai ketua DPD I Partai Golkar NTB, cukup menguntungkan dirinya, untuk menggerakan ketua DPD II Golkar yang ada di daerah mendukung dirinya.

a�?Apalagi saya lihat, dia (Suhaili, Red) punya kedekatan khusus dengan Setya Novanto (Ketua Umum Partai Golkar), tentu ini menguntungkan untuk lobi-lobi politiknya,a�? imbuhnya.

Masifnya, Ahyar turun ke lapangan justru berpotensi memikat partai selain Golkar. Semisal Nasdem yang disebut Kadri, sudah a�?ditanami jaringa�? oleh Ahyar.

a�?Soal kemungkinan dukungan Golkar, tipis atau besar memang terlalu prematur kita pastikan sekarang,a�? ulasnya.

Sebab, masih banyak peluang politik berubah. Tapi, jika pilgub dilakukan saat ini, maka Ahyar bisa jadi kesulitan mendapatkan Golkar. Untungnya, masih ada waktu sekitar satu tahun untuk terus membuka peluang-peluang itu.

a�?Jadi memang masih ada waktu yang relatif panjang untuk mereka mencari dukungan,a�? tandasnya. (zad/yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka