Ketik disini

Praya

Minta Kasus Mamiq Alex Tak Dipaksakan

Bagikan

PRAYAA�– Permasalahan hukum yang menjerat mantan Wakil Ketua DPRD NTB, Lalu Abdul Khalik Iskandar terus menggelinding. Kali ini, ia mencurigai kasus yang melilitnya ini bagian dari konspirasi, sehingga bisa saja hal sepele semacan itu menjadi alasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), mengulur-ngulurkan waktu mengembangkan kawasan Mandalika Resort di Desa Kuta, Pujut Lombok Tengah (Loteng).

a�?Kita buktikan saja nanti,a�? kata Lalu Abdul Khalik Iskandar atau akrab disapa Mamiq Alex, kemarin (27/11).

Untuk itulah, pihaknya berharap pemerintah lebih koopratif memperhatikan rakyatnya sendiri. Karena, tanpa dukungan masyarakat mustahil pembangunan KEK Mandalika Resort akan berjalan lancar dan aman. a�?Sampai kapan pun, kita akan terlena dengan upaya saling gugat menggugat ini,a�? katanya.

Karena sampai saat ini, kata Mamiq Alex warga pemilik lahan, tidak menyanggupi uang ganti rugi sebesar Rp 4,5 juta per arenya. Apalagi, dirinya. Ia menekankan, lahannya yang berada di samping timur Novotel Resort, tidak akan dijual ke siapa-siapa. Ia justru akan membangun hotel dan rumah makan di tempat itu.

Pagar pembatas dan bangunan yang dimaksud mulai dikerjakan. Hanya saja, ia merasa dituduh melakukan penguasaan lahanA� tanpa izin. Kendati demikian, pihaknya tetap akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Namun, ia berharap jangan sampai hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah. a�?Jangan sampai kita menjadi penonton di rumah sendiri,a�? katanya.

Lebih lanjut, politisi partai Demokrat itu pun mengusulkan, agar provinsi mengambil alih sengketa lahan seluas 109 ha, melalui penyertaan modal dalam bentuk aset lahan. Dengan begitu, provinsi memiliki aset di KEK Mandalika Resort. a�?Ini masukan saja. Karena kalau provinsi yang ambil alih, Insya Allah warga mendukung,a�? usul Mamiq Alex.

Sementara itu, kuasa hukum Mamiq Alex, Yudiansah mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan jadwal sidang tindak pidana ringan (Tipiring) kliennya. Jadwal sidang masih sebatas informasi lisan saja. Parahnya lagi, pelapor dan penyidik belum mendaftarkan proses persidangan ke PN Praya.

a�?Prinsipnya, kapan pun kami siap melayani persoalan hukum ini. Tapi mohon, jangan mengulur-ngulurkan waktu,a�? kata Yudiansah, singkat.

Senada dikatakan ketua tim advokasi kawasan Mandalika Resort Lalu Arif Widia Hakim. Dikatakannya, langkah lain yang disiapkan tim saat ini yaitu, mengirim tiga orang tim ke Jakarta. Mereka membawa dokumen untuk diserahkan ke Presiden Joko Widodo, Menko Kemaritiman, Menteri BUMN dan Menteri Keuangan. Termasuk, Mabes Polri.

a�?Sepulang mereka dari Jakarta, kami akan melakukan konsolidasi internal. Mohon kasus Mamiq Alex jangan dipaksakan,a�? cetus Arif sembari menghubungi salah satu anggota tim melalui telepon genggamnya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka