Ketik disini

Tanjung

Sudah Ada Rumah Modern, Benda Pusaka Tetap Dijaga

Bagikan

Lombok Utara memiliki beberapa kampung yang diperkirakan berusia ratusan tahun. Salah satunya Dusun Batu Gerantung, Desa Loloan, Kecamatan Bayan.A�

***

Dusun Batu Gerantung, Desa Loloan, Bayan merupakan salah satu kampung tertua yang ada di wilayah Bayan. Hal ini diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Dusun Batu Gerantung Nursadam kepada Lombok Post, Sabtu (26/11) lalu. Sepengetahuan dirinya, dari keluarganya saja sudah empat generasi yang tinggal di dusun tersebut. Ini yang menjadi salah satu bukti kampung tersebut termasuk salah satu yang tertua di Lombok Utara. “Ada benda-benda pusaka yang bisa menjadi salah satu bukti. Selain itu dari lisan (cerita turun temurun keluarga),a�? ujarnya.

Pantauan koran ini, di dalam areal kampung yang dihuni sekitar 200 kepala keluarga tersebut, memang masih terdapat beberapa bangunan tradisional. Seperti bale beleq, lumbung, hingga berugak. Meskipun di sekitarnya sudah berdiri rumah-rumah modern, tetapi kesan tradisional masih terlihat karena adanya beberapa bangunan tua tersebut.

Di dalam bale beleq terdapat beberapa peninggalan benda pusaka milik warga yang diwariskan secara turun temurun seperti keris dan kain-kain. Ada empat keris yang tertempel di dinding bedek yang ada di dalam bale beleq. a�?Keris-keris ini digunakan hanya pada saat acara-acara besar seperti maulid,a�? katanya.

Bagian dalam bale beleq masih tampak terjaga keasliannya. Lantainya masih berbahan tanah dan struktur bagian dalam yang memiliki fungsi sendiri. Di dalam bale beleq tersebut terdapat pelataran yang cukup tinggi, fungsinya adalah sebagai tempat menyiapkan sesaji atau makanan yang akan digunakan dalam acara adat.

Menurut Nursadam, nama Batu Gerantung memiliki arti sendiri. Batu berarti gong, geran berarti jatuh, dan tung berarti suara. Jika digabungkan maka batu yang mengeluarkan suara.

Sebelum memasuki Dusun Batu Gerantung, kita bisa menemukan sebongkah batu yang menjadi simbol arti dari Batu Gerantung tersebut. Untuk menjaga keaslian sejumlah bangunan seperti bale beleq maupun berugak yang ada di kampung tersebut, pihak dusun hanya merenovasi bagian atap yang berbahan jerami atau alang-alang. a�?Atapnya saja yang pernah kita perbaiki. Kalau yang lain masih asli,a�? ujar Kepala Dusun Batu Gerantung Raden Kertawali.

Menurut Kertawali, saat ini ada tiga bale yang masih bertahan di dusunnya. Termasuk beberapa berugak seperti berugak sekenem (tiang enam) dan berugak tiang baluq yang memilik fungsi masing-masing. a�?Memang sekarang rumah warga di sekitar sini sudah mulai berkembang dan paten. Tapi kita tetap berupaya mempertahankan peninggalan nenek moyang kita ini,a�? katanya.

Terkait berugak tiang baluq, Raden menjelaskan fungsinya adalah untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul di kampung tersebut. Seperti peristiwa kawin sedarah. a�?Zaman dulu bero (kawin sedarah) kerap terjadi di sini (Dusun Batu Gerantung). Nah untuk menyelesaikan masalah itu tokoh-tokoh dan pelaku dibawa ke berugak ini,a�? ungkapnya.

Ditambahkan, setelah dari berugak itu, pelaku kawin sedarah kemudian dibawa ke laut untuk ‘dieksekusi’. Setelah dipastikan meninggal, jenazah kedua pelaku kawin sedarah kemudian dikuburkan di Labuan Kong yang sekarang berada di Desa Anyar. a�?Kalau sekarang sudah tidak ada lagi yang seperti itu,a�? katanya sambil tersenyum.

Lebih lanjut, Raden mengakui saat ini perkembangan teknologi dan zaman sudah mulai melunturkan budaya yang ada di kampung tersebut. a�?Ini yang sedang kita coba pertahankan dengan menyasar remaja agar ikut melestarikan budaya dan peninggalan yang ada,a�? pungkasnya. (Pujo Nugroho/Tanjung/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka