Ketik disini

Metropolis

Tidak Lelah Meski Mengajar Berjam-jam

Bagikan

Nama Ni Nengah Pariyoni mungkin terdengar asing. Namun sumbangsihnya untuk Mataram bahkan NTB, tak usah diragukan. Sebagai guru tari, ia berhasil memoles banyak anak menjadi maestro.

***

GemuruhA� tepuk tangan dan sorak sorai masyarakat Surabaya membahana di Ball Room Novotel Surabaya. Semua tampak terkesima dengan penampilan tiga penari yang membawakan tarian khas masyarakat Sasak, Lombok.

a�?Luar biasa, tariannya bagus, seirama dan sangat kompak,a�? kata Ketua Asita Jawa Timur Arifudin Syah.

Dalam promosi pariwisata NTB di Jawa Timur, 19-20 November lalu, tiga serangkai penari cantik itu tampil dengan ragam tarian. Windi, Uciq, dan Santi namanya. Selain tampil di Novotel Surabaya, mereka juga memukau begitu banyak penoton di Jawa Timur Expo.

a�?Kami bisa begini, berkat guru kami,a�? kata Santi mewakili dua temannya.

Mereka kompak menunjuk seorang wanita yang berdiri di pojok. Wanita yang sedari tadi mengawasi tiga penari itu kala mentas. Dia adalah Ni Nengah Pariyoni, seorang Guru Kesenian di SMPN 13 Mataram. Sudah lama Pariyoni membimbing ketiga penari muda itu. Dia memolesnya dari sejak mereka masih kecil. a�?Kalau mengajar itu harus penuh ketekunan,a�? imbuhnya.

Selain mengajar kesenian secara formal, ia juga mendidik tari di Sanggar Taman Budaya. Di sana, belasan anak kini berguru padanya. Ragam jenis tarian diajarkan. Tari khas Sasak, Samawa, Mbojo adalah yang paling banyak diajarkan. Selain itu, beragam tari nusantara juga diajarkan.

a�?Berkat ketekunan mereka, banyak tari dari Sabang sampai Merauke dikuasai,a�? ujarnya merendah.

Pariyoni oleh banyak pihak disebut-sebut guru bertangan dingin. Kendati tampak sangat sabar dalam mendidik, tak jarang ia harus memarahi muridnya. Semua demi hasil terbaik. Mengajar berjam-jam sehari bisa dilakukan. Ia seolah tak kenal lelah ketika sudah berurusan dengan tari.

a�?Saya cinta dunia tari, saya juga penari sejak kecil,a�? katanya.

Kendati tak lagi muda, ia tetap fokus penuh ketika mengurusi tari. Saking semangatnya, tak jarang murid yang jauh lebih muda justru kelelahan lebih dulu. Baginya, ada energi tersembunyi yang muncul ketika ia mengajar tari.

Untuk murid yang belum menguasai satu materi, Paroyoni akan memberikan latihan intensif. Di bawah pengawasannya langsung, si anak dididik, diajari hingga bisa. a�?Bu guru itu mengerti cara mengajar, dia bertangan dingin,a�? kata Windi menyanjungnya.

Berkat tangan dinginnya, banyak murid didikan Priyoni bisa mentas hingga level nasional. Disbudpar NTB salah satu pihak yang paling rutin menggunakan jasanya. Ketika promoi NTB dilakukan, ia kerap diikutsertakan.

Kendati sudah menjadi guru tari yang menghasilkan murid-murid super, Pariyoni terus belajar. Ia tak pernah puas dengan ilmu yang dimilikinya saat ini. Beragam literatur dipelajari. Tari-tari baru didalami dengan serius. Setelah itu dikuasai, giliran muridnya yang mendapat tansfer ilmu luar biasa. a�?Tari itu sudah seperti hidup dan mati saya,a�? ujar si guru bertangan dingin. (WAHYU PRIHADI, Mataram/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka