Ketik disini

Giri Menang

Ada 50 Spesies, Kupu-Kupu Raja Paling Menarik Perhatian

Bagikan

Beragam jenis spesies kupu-kupu dibudidayakan di Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan. Tidak hanya kupu-kupu biasa yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Jenis kupu-kupu langka pun bisa ditemui di sini.

***

DI Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar ada penakaran kupu-kupu. Ya, selain bisa menikmati pemandangan hijaunya pepohonan dengan angin yang bertiup sepoi-sepoi.A� Rupanya di sana juga menyuguhkan pemandangan yang tak lazim.

Kehadiran kupu-kupu warna-warni nan cantik, membuat pengunjung bisa merasakan sensasi yang berbeda. Hewan cantik itu, beterbangan dengan sayap berwarna-warni. Membuat pengunjung yang hadir takjub.

Umumnya penakaran ini dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Wisatawan domestik jarang memanfaatkan liburan mereka ke taman ini.

Sekitar 50 jenis spesies kupu-kupu dilestarikan di sana. Namun baru 10 spesies yang teridenfikasi. Yaitu Troides Helena, Hebomoia Glaucippe, Hypolimnas Bolina, Delias Hyparete, Ideopsis Juventa, Euplea Mulciber, Graphium Agamemnon, Graphium Milon, Graphium Sarpedon, Graphium Antiphates, dan Pachliopta Aristolochiae.

Salah satu kupu-kupu yang menarik perhatian adalah Kupu-Kupu Raja. Atau nama latinnya Troides Helena. Kupu-kupu ini mempunyai ukuran lebih besar jika dibandingakan dengan kupu-kupu pada umumnya.

Selain ukurannya yang lebih besar, Kupu-Kupu Raja juga memiliki warna yang indah. Perpaduan warna kuning dan hitam. Tapi warna hitam lebih mendominasi.

Salah seorang polisi hutan yang berjaga di kawasan TWA Kerandangan Usman menjelaskan, Kupu-kupu Raja memiliki tinggi tubuh mencapai 10 cm. Dengan Bentang sayap mencapai 20 cm.

Sementara untuk ulat kupu-kupunya diperolehnya dari alam dan penanaman pakan inang. “Jadi jenis pakanan mempengaruhi juga jenis kupu-kupu,” beber Usman.

Puas melihat beragam spesies kupu-kupu, di penangkaran ini pengunjung juga bisa melihat secara langsung proses metamorfosis seekor ulat menjadi kupu-kupu yang indah. Jika selama ini hanya tahu lewat buku-buku sains, di sini setiap tahapan dalam proses metamorfosis, bisa dilihat dengan jelas. Yang menarik lagi, bisa menyaksikan dari dekat berbagai spesies kupu-kupu beterbangan bebas.

Dia menambahkan, untuk pengunjung sendiri cukup banyak pada hari libur dan weekend. Terlebih lagi saat musim menetasnya di bulan Januari dan Februari. “Biasanya anak pramuka sering camping di sini,a�? ungkap Usman.A� (MUHAMMAD ZAINUDDIN, Giri Menang/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka