Ketik disini

Headline Metropolis

Boraks Kembali Marak

Bagikan

MATARAM – Ancaman bahan berbahaya jenis boraks kembali mengintai. Bahan yang kerap dicampurkan untuk membuat adonan kerupuk ini, disebut kembali tinggi permintaan dan penggunaanya oleh para produsen kerupuk. Sehingga dikhawatikan, akan berdampak serius pada kesehatan konsumen.

Kepala Seksi Pemeriksaan Yosef Dwi Irawan mengatakan, operasi yang dilakukan tim gabungan kemarin(28/11). di Pasar Kebon Roek adalah kelanjutan dari pengawasan sebelumnya di pasar Mandalika.

a�?Di pasar Mandalika, kami berhasil menyita sebanyak 350 pcs. Jadi sekitar tujuh karung,a�? kata Yosef.

Sementara, hasil dari operasi di Pasar Kebon Roek kemarin, belum bisa disampaikan. Dirinya belum mendapat laporan dari tim gabungan yang turun kemarin.

Selain itu, menindak lanjuti laporan peredaran boraks makin marak diperjual belikan di pasar-pasar tradisional.

a�?Yang mengkhawatirkan, peredaran Boraks atau bleng ini kembali tinggi. Terutama di pasar-pasar tradisional,a�? imbuhnya.

Sebelumnya, pihak BPOM terus memburu, para penjual boraks di Kota Mataram. Sayangnya, sampai saat ini mereka masih kesulitan menemukan pemasok utama dan lokasi toko grosirnya. Yosef beralasan, para pengecer enggan kooperatif memberi tahu petugas.

a�?Kita kesulitan selama ini menemukan toko pengedarnya,a�? ungkapnya.

Pengawasan ini akan terus dilakukan secara bertahap. Membatasi gerak peredaran bahan berbahaya, beredar semakin luas. Selain itu mendeteksi, toko-toko yang berperan sebagai distributor dan menyita persediaan boraks yang dimilikinya.

a�?Kita memang berharap bisa memutus mata rantai peredaran boraks ini dengan menggelar banyak razia,a�? harapnya.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram Wartan membenarkan pihaknya dilibatkan dalam operasi ini. Hal ini sebagai upaya meminimalisir makanan perkotaan yang terkontaminasi zat berbahaya.

a�?Ketika ada permintaan (dari BPOM), saya perintahkan tim dari Diskoperindag turun segara,a�? kata Wartan.

Ia menambahkan, respon cepat ini, sebagai jawaban dari keresahan dan laporan masyarakat. Penggunaan boraks, lanjut Wartan, memang banyak didominasi para produsen kerupuk. Pihaknya pun ikut bergerak dengan memberi pengawasan dan penindakan.

“Kita sih berharap makanan bisa steril dari kandungan berbahaya,a�? tandasnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka