Ketik disini

Tanjung

Harus Dibiasakan Sejak Dini Ya!

Bagikan

TANJUNG – Salah satu indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya anak-anak, Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Utara menggelar CPTS masal di lapangan Desa Rempek, kemarin (28/11). “Perilaku CTPS ini bisa mencegah tubuh terkena penyakit,a�? kata Kabid Penyehatan Lingkungan Dikes Lombok Utara Syamsul Bahri, kemarin (28/11).

Dijelaskan, dari hasil survei pada 2015 lalu, rumah tangga yang sudah melaksanakan CTPS di lima waktu kritis mencapai 73,80 persen. Hal ini sudah cukup bagus, tetapi masih perlu peningkatan dengan upaya promosi kesehatan. “Nah CTPS ini salah satu caranya,a�? tegasnya.

Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan, CPTS merupakan salah satu tindakan preventif yang paling mudah dan murah untuk mewujudkan PHBS. Tetapi memiliki dampak yang sangat besar untuk mencegah berkembangnya penyakit seperti diare, cacingan, kolera, disentri, dan lainnya. “CTPS ini harus dibiasakan sejak dini,a�? katanya.

Selain CTPS, indikator PHBS lainnya adalah bebas buang air besar sembarangan. Di Lombok Utara sendiri baru sembilan desa yang sudah bisa mewujudkannya. Meskipun baru sembilan desa yang memenuhi indikator PHBS, pemkab optimis hal itu bisa diwujudkan pada tahun pertama penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan, indikator kesehatan yang masuk penilaian IPM, yaitu kesehatan ibu dan anak, kematian bayi dan anak, gizi buruk, dan lingkungan. Keempat indikator itu sebagai kegiatan prioritas yang harus mampu dituntaskan Dikes. Sedangkan, PHBS itu separo dari bagian penilaian IPM.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin mengapreasi kegiatan yang dilakukan Dikes. Salah satunya untuk terus mengubah perilaku atau kebiasaan masyarakat menjadi lebih baik, sehat, dan bersih.

Sarifudin meminta Dikes untuk tetap memantau peralihan musim yang saat ini sedang terjadi. Karena bisa menyebabkan timbulnya penyakit seperti demam berdarah.

Pada akhir pekan lalu, dia mendapatkan empat pasien demam berdarah yang dirawat di Puskesmas Kayangan. “Dinas (Dikes) harus fokus. Minimal ada tindakan pencegahan seperti fogging,a�? harapnya.

Untuk mencapai target IPM bidang kesehatan, ia optimis akan bisa tercapai. Karena, penilaian IPM yang paling mendasar pada pelayanan kesehatan di masing-masing Puskesmas dan rumah sakit.

Untuk itu, Sarifudin mengimbau seluruh Puskesmas dan rumah sakit terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Harus cepat direspon kalau ada persoalan-persoalan itu. Jangan sampai pelayanan yang diberikan tidak maksimal,a�? katanya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka