Ketik disini

Kriminal

Parsel Lotim, Negara Rugi Rp 290 Juta

Bagikan

MATARAM – Kasus dugaan korupsi pengadaan parsel untuk warga miskin di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tahun 2014 lalu menemukan titik terang. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB, segera mengirim hasil audit investigasi (AI) kepada BPKP Pusat, untuk diteruskan ke Bareskrim Mabes Polri.

Kepala BPKP NTB Bonardo Hutauruk mengatakan, penghitungan AI telah tuntas. Dalam penghitungan tersebut, pihaknya memperoleh angka sekitar Rp 290 juta terkait potensi kerugian Negara.

a�?Kemungkinan nilai kerugian Negara tidak akan bergeser dari hasil AI, sekitar Rp 290 juta,a�? kata Bonardo.

Lebih lanjut, kata Bonardo, BPKP akan mengirimkan hasil AI ke pusat untuk disampaikan ke Mabes Polri. Setelah itu, surat komentar terhadap hasil AI akan dilanjutkan ke BPKP NTB.

a�?Kita tunggu surat komentar dari pusat, setelah itu kita serahkan ke Polda. Mengenai waktunya, perkiraan Desember ini bisa terlaksana,a�? ungka dia.

Diketahui, pengadaan parsel di lingkup Pemkab Lotim, disalurkan dua tahap. Dalam penyalurannya, pemkab mengambil anggaran dari dana APBD tahun 2014 sebesar Rp15,1 miliar.

Pada tahap pertama, pemerintah menyalurkan parsel sebanyak 50.000 paket dengan nilai anggaran mencapai Rp12,4 miliar yang diperuntukkan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di internal pemda.

Kemudian pada tahap kedua, pengadaan parsel sejumlah 13.500 dengan nilai anggaran mencapai Rp2,7 miliar kembali dibagikan kepada PNS yang berasal dari non pemda.

Dalam ketentuannya, parsel seharusnya tidak boleh diberikan kepada PNS non pemda. a�?Atas dasar itu muncul indikasi kerugian Negara,a�? tandasnya.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka