Ketik disini

Sumbawa

Polisi Tetapkan Lahan Sengketa Status Quo

Bagikan

SUMBAWA – Polisi menetapkan lahan yang disengketakan antara warga Desa Labangka dan Desa Selante di Kecamatan Labangka, sebagai status quo. Hal ini untuk menghindari terulangnya kasus bentrok antara warga kedua desa.

”Kedua belah pihak tidak boleh ada yang menggarap atau menguasai. Kita minta pemerintah daerah untuk menangani, karena ini masalah lahan yang belum jelas statusnya. Tadi juga sempat dibahas oleh Komisi II,” kata Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), kemarin.

Sementara itu, aparat Polsek Labangka dan Reskrim Polres Sumbawa melakukan gelar perkara terkait kasus penganiayaan yang melibatkan warga di Desa Labangka IV Kecamatan Labangka dan Desa Selante, Kecamatan Plampang. Hal ini dilakukan demi kejelasan dalam penanganan kasus tersebut.

Kapolsek Labangka Iptu I Ketut Suryana membenarkan adanya gelar perkara yang dilakukan kemarin. Gelar perkara itu dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Sumbawa. ”Sudah gelar tadi dengan Pak Kasat Reskrim yang langsung memimpin,” ujar Suryana.

Dijelaskan, kekurangan yang harus dilengkapi adalah keterangan para saksi. Pihaknya masih harus melakukan pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah saksi.

Pihak kepolisian juga sudah turun lapangan bersama unsur kecamatan untuk menyelesaikan persoalan ini. Pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan Muspika Kecamatan Pelampang .

Dikatakan, masyarakat Labangka sudah membuat perjanjian tidak akan masuk ke lahan yang bukan milik mereka. Pihaknya juga berharap warga Plampang juga tidak masuk ke lahan yang menjadi biang permasalahan ini.

Suryana menegaskan, hingga kemarin situasi di dua wilayah sudah kondusif. Tidak ada keributan yang terjadi setelah bentrok sebelumnya.

a�?Tidak ada gejolak khususnya warga saya yang di Labangka. Saya menjamin warga Labangka tidak ada apalagi gerakan. Dan masyarakat sudah menerima sebagai persoalan kemarin,” tegasnya.

Diketahui, suasana di jalan lintas Plampang-Labangka wilayah Desa Selanteh Kecamatan Plampang, Kamis (24/11) siang, mencekam. Warga dari dua desa yakni Desa Selanteh dan Labangka IV bertikai. Akibatnya empat orang terluka parah akibat tertebas parang. Dua korban berasal dari Desa Selanteh dan dua lainnya dari Labangka.

Dalam kejadian ini, seorang pria berinisial HAR diamankan polisi. Karena diduga sebagai otak dari Desa Labangka yang datang menyerang warga di Desa Selanteh. HAR yang mengamankan diri di Kantor Desa Selante sempat terkepung warga setempat. Beruntung aparat kepolisian dari Polsek Plampang dan Labangka yang dibantu BKO Polres Sumbawa dan TNI, berhasil menyelamatkannya. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka