Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Hostel Sasar Backpacker

Bagikan

MATARAM – Hunian hostel minimalis terus berkembang di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat. Para pemilik modal ingin memberikan sentuhan tersendiri bagi wisatawan. Terutama komunitas backpacker yang sangat gandrung dengan pariwisata Lombok.

H Misbach Mulyadi yang dikenal sebagai pemain lama di dunia pariwisata ikut terjun dengan membangun hostel di Senggigi. Lokasinya lebih kurang 100 meter dari Pantai Senggigi. Dia membangun sembilan unit kamar terdiri atas empat unit kamar masing-masing memiliki empat tempat tidur. Lima kamar dengan satu kasur yang merupakan kamar privasi.

Konsep hostel ini mengedepankan kenyamanan dengan harga yang relatif murah bagi wisatawan. Hanya saja, hostel dengan nama Selasar ini tidak menyewakan kamar sebagaimana hotel pada umumnya. Tapi menyewakan tempat tidur dengan tarifA� Rp 150 ribu per/kasur.

“Tentu dengan perjanjian sebelum menempati kamar. Jika ada tamu yang masuk sementara dalam satu kamar masih ada kasur yang kosong, ya harus bergabung, kecuali disewa semuanya,” ujar Misbach.

Lain halnya dengan kamar privasi yang disewakan seharga Rp 300.000 per/hari. Tidak hanya itu, dia juga menyediakan cafe di depan hostel itu dengan menu yang sangat terjangkau. Misalnya, untuk seporsi nasi goreng dijual dengan harga Rp 20 ribu. Termasuk menyajikan minuman serta makanan ringan lainnya.

Meskipun baru dua minggu beroperasi, tapi peminat hostel ini langsung ramai. Peminatnya pun didominasi wisatawan mancanegara. Legislator DPRD NTB periode 2004 – 2009 itu akan memasarkan hostelnya lewat website. Terlebih, sasaran utamanya adalah para backpaker.

“Sudah ada tamu yang menginap selama lima hari,” paparnya.

Untuk keamanan, para tamu tidak perlu khawatir. Selasar Hostel menyediakan locker khusus untuk menaruh barangnya. Dia optimistis konsep hunian untuk wisatawan itu sangat diminati. Pihaknya juga memberikan informasi lengkap baik menyangkut tarif sewa tempat tidur maupun tarif menu makanan dan minuman pada cafe tersebut.

Pihaknya menerapkan konsep transparansi tarif untuk memudahkan wisatawan. Diharapkan, wisatawan bisa langsung memutuskan untuk menginap di hostel tersebut setelah melihat daftar harganya. “Lihat dulu perkembangannya seperti apa, tentu ke depannya akan dikembangkan,” papar dia. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka