Ketik disini

Headline Praya

Pariwisata Loteng Butuh Dana Besar

Bagikan

PRAYAA�– Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB mengusulkan, agar Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menyiapkan anggaran sebesar 20 persen dari nilai APBD, untuk pengembangan pariwisata.

a�?Per tahun, anggaran di Disbudpar Loteng saja hanya Rp 4 miliar. Mana cukup,a�? sindir Kepala Disbudpar NTB HL Moh Faozal pada Lombok Post, kemarin (30/11) saat menyambut kendatangan top travel agent asal Tiongkok, di Lombok International Airport (LIA).

Jika berbicara potensi pariwisata di Gumi Tatas Tuhu Trasna, diakui Faozal cukup lengkap.A�A�A� Potensi itu, kata Faozal belum dikelola maksimal. Padahal, daya tarik dari destinasi yang ada tersebut, bisa dikatakan berkelas dunia.

a�?Jangan terlalu memikirkan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika. Kawasan itu sudah digarap ITDC,a�? katanya.

Sebaiknya, usul Faozal Pemkab berkonsentrasi menggarap potensi pariwisata di luar KEK Mandalika. Dengan begitu, ada pilihan bagi wisatawan asing maupun nusantara untuk berwisata di Loteng.A� Di beberapa titik itu, tambahnya harus dilengkapi fasilitas, sarana dan prasarana pendukung. Khususnya lagi, jaminan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). a�?Sehingga, ini yang saya maksud membutuhkan biaya besar itu. Paling tidak, 20 persen dari nilai APBD,a�? tekannya.

Boleh saja, kata Faozal Pemkab menggunakan konsep pengembangan pariwisata, melalui program gotong-royong. Dengan cara, menitip anggaran di beberapa dinas, guna mendukung program Disbudpar. Langkah itu, menurut Faozal kurang tepat, karena konsentrasi pengembangannya justru terpecah.

a�?Yang jelas, Loteng memiliki bandara. Sekarang, tinggal bagaimana memanfaatkan fasilitas tersebut. Kuncinya adalah, anggaran yang ideal,a�? saran Faozal.

Sementara itu, Kepala Bappeda Loteng HL Satria Atmawinata mengatakan, konsep anggaran pengembangan pariwisata sudah disusun sedemikian rupa. Beberapa dinas ditunjuk untuk membantu Disbudpar, baik fisik maupun non fisik. Misalnya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM yang harus menyediakan akses infrastruktur jalan yang memadai menuju destinasi wisata.

Begitu pula Dinas Koperasi, Perindusterian dan Perdagangan (Diskoperindag), yang harus membantu Disbudpar menata lapak dan menyediakan lokasi khusus kepada pedagang kaki lima.

a�?Ini sudah mulai dikerjaan,a�? katanya, terpisah.

Senada dikatakan Anggota Komisi II DPRD Loteng Muhalip. Ia optimis, cepat atau lambat pariwisata di Loteng akan maju. Tinggal dorongan masyarakat di lingkar objek pariwisata saja, mendukung program pemerintah. Yang paling utama adalah, menjaga Kamtibmas. a�?Itu saja,a�? cetus politisi Gerindra tersebut, singkat.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka