Ketik disini

Selong

Warga Dasan Lekong Ukur Ulang Pemakaman

Bagikan

SELONG – Sejumlah warga kemarin berkumpul di area pemakaman Desa Nyurtebel dan Desa Dasan Lekong di Kecamatan Sukamulia. Mereka datang untuk menyaksikan pengukuran ulang batas lahan pemakaman dua desa dengan lahan milik salah seorang warga bernama H Ismail. Lantaran, batas area pemakaman yang kurang jelas selama ini kerap menimbulkan perselisihan.

a�?Ada salah seorang warga yang merusak tangga menuju lokasi pemakaman karena dia merasa area tangga ini masuk ke dalam wilayah lahan miliknya,a�? kata Kepala Desa Nyurtebel Lalu Rahiman Amri kepada Lombok Post.

Perusakan tangga ini dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah desa. Hal ini membuat masyarakat resah dan mencegah aksi ini. Namun, untuk menghindari konflik, Kepala Desa dan masyarakat setempat melaporkan hal ini kepada camat dan pihak kepolisian. a�?Karena tangga ini kan jalan masuk ke pemakaman. Sementara beliau ingin tangga ini dirusak agar kendaraan bisa masuk ke lahan miliknya,a�? beber Rahiman.

Sehingga, untuk mengetahui batas pasti antara lahan pemakaman dan lahan milik H Ismail, warga mendatangkan pihak dari BPN Lotim untuk melakukan pengukuran ulang. Sesuai dengan setifikat kepemilikan lahan warga.

Di tempat yang sama, H Ismail mengklaim kalau lahan tempat dibangunnya tangga menuju lokasi pemakaman merupakan lahan miliknya. Itu yang membuatnya bersikeras merusak tangga tersebut agar akses jalan menuju lahan miliknya terbuka.

A�a�?Iya ini saya mau keruk lahan saya agar bisa jadi sawah. Ini memang tanah milik saya. Makanya sekarang kita ukur ulang batasnya biar jelas,a�? kata dia kepada Lombok Post.

Dari penjelasan Kepala Desa Dasan Lekong, Angkasah, H Ismail memiliki lahan seluas 1,8 hektare. Namun, selama ini batasnya dengan area pemakaman masih belum jelas. Sehingga dengan adanya kejadian ini diharapkan pengukuran batas lahan ini bisa menjadi solusi penyelesaian masalah agar tidak berkepanjangan.

Aksi pengurkuran ulang batas lahan pemakaman ini disaksikan oleh aparat dari Polres Lotim untuk mencegah terjadi kemungkinan yang tak diinginkan. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka