Ketik disini

Praya

Warga Ancam Segel Kantor Desa Mantang

Bagikan

PRAYA – Perwakilan warga Desa Mantang, Batukliang Lombok Tengah (Loteng) mendatangi kantor Inspektorat setempat kemarin (1/12). Mereka melaporkan kepala desa (kades) setempat, atas dugaan penyelewenangan anggaran pembangunan desa, sejak tahun 2013 lalu hingga sekarang.

“Kami minta dilakukan audit investigasi. Bukti dugaan yang dimaksud akan kami serahkan,” kata koordinator lapangan (korlap) aksi H Faozan Azima, kemarin (1/12).

Salah satu bukti kasus, kata Faozan kades bersangkutan diduga menyelewengkan anggaran sebesar Rp 70 juta, di tahun 2013 lalu. Belum di tahun 2014, 2015 dan tahun ini. Untuk membuktikannya, Inspektorat diminta melakukan audit investigasi.

“Kalau Inspektorat tidak bertindak, maka kami terpaksa menyegel kantor desa,” ancam Faozan dihadapan Inspektur Inspektorat Loteng Lalu Aswatara.

Aksi itu, diakuinya sudah siap dilaksanakan, tinggal menunggu sikap Inspektorat, apakah serius bekerja atau malah sebaliknya. Karena, kasus di Desa Mantang tersebut, sudah lama dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya. Hanya saja, jaksa belum bertindak.

“Untuk itulah, audit kali ini kami ingin mengawal Inspektorat,” sambung salah satu warga Desa Mantang Baiq Sri Arianingrum.

Pengawalan yang dimaksud, tekan Sri bukan berarti warga tidak percaya dengan tugas Inspektorat. Namun, lebih kepada peningkatan kontrol, agar hasil audit yang dilakukan berjalan maksimal dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Subtansi masalah ada di kades. Jadi, mohon Inspektorat segera turun,” serunya.

Menanggapi tuntutan warga, Inspektur Inspektorat Loteng Lalu Aswatara menjelaskan, begitu warga menyerahkan laporan tertulis, maka Inspektorat akan melakukan penelaahan, pengkajian dan penelitian terhadap laporan. Butuh waktu lima hari untuk menyimpulkan, apakah laporan tersebut layak ditindaklanjuti atau tidak.

Kendati demikian, kata Aswatara Inspektorat memberikan waktu kepada pelapor, untuk melengkapi laporan. Jika lengkap, maka barulah Inspektorat membentuk tim audit investigasi. Tim itulah yang akan bekerja di lapangan, guna mencari barang bukti lain.

“Seluruh tahapan itu, membutuhkan kehati-hatian dan waktu cukup panjang. Jadi, mohon kami diberikan kesempatan. Tunggu saja,” kata Aswatara.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka