Ketik disini

Headline Metropolis

Ada Pejabat Kena Demosi Lho

Bagikan

MATARAM a�� Memasuki bulan Desember, para pejabat di Kota Mataram tidak bisa tenang. Promosi bahkan demosi membayangi kinerja mereka. Pengukuhan posisi, sejumlah pejabat pada Jumat (25/11) lalu, dinilai sebagai sinyal, jika perombakan besar-besaran akan terjadi.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana saat ditanya terkait hal ini memberi sinyal serupa. Dikukuhkannya, dua pejabat eselon II, dua pejabat eselon III dan 16 pejabat eselon IV, dipastikan berlanjut. Banyak pejabat lain yang nasibnya akan ditentukan pada akhir bulan ini.

a�?Ada dampak konsekwensi terhadap pejabat yang telah dikukuhkan,a�? kata Mohan, kemarin (2/12).

Bahkan Mohan, mulai terang-terangan mengungkap bakal ada sejumlah pejabat didemosi (diturunkan jabatannya, Red). Mohan beralasan ini sebagai tuntutan adanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru. Namun, demosi juga bisa didorong oleh kinerja pejabat yang buruk. Seperti serapan anggaran yang rendah, minim kreatifitas, hingga loyalitas yang buruk.

a�?Seperti yang sering kali diungkapkan pak wali, kami perlu menyegarkan struktur organisasi, untuk meningkatkan kinerja birokrasi,a�? imbuhnya.

Saat ini, Mohan mengakui jika ia bersama wali kota, masih terus melakukan evaluasi dan kajian. Siapa saja yang pantas menempati posisi-posisi tertentu sesuai dengan kompetensi. Mohan menjamin, hasil assessment beberapa waktu lalu juga akan dijadikan rujukan untuk mencari orang-orang yang tepat.

a�?Kita masih dalam proses, untuk melihat potesinya. Hasil proses assessment menjadi bagian menentukan posisi jabatan yang akan diisi nanti,a�? ungkapnya.

Proses ini, masih terus berlanjut. Sudah ada beberapa nama yang diproyeksikan mengisi jabatan yang ada. Namun, untuk memastikan mereka tepat atau tidak menduduki posisi itu, kepala daerah tetap berkonsultasi dengan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

a�?Saya minta pada mereka (pejabat) jangan terlalu resah (dengan rencana perombakan), walau saya juga tidak ada alasan untuk memaksa mereka tidak khawatir. Tetapi selama mereka merasa kerja dengan baik, tak perlu resahlah,a�? harapnya.

Mohan tidak ingin, perombakan, membuat kinerja pejabat jadi melempem. Apalagi ini sudah menjelang akhir tahun. Serapan anggaran harus maksimal untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai harapan.

a�?Berapa besar perombakan, sangat reatiflah. Yang penting ada pos-pos tertentu yang harus ada penataan kelembagaannya,a�? tegasnya.

Sekda Kota Mataram Effendi Eko Saswito mengungkapkan, penyesuaian struktur organisasi berdasarkan OPD baru akan dilakukan jelang akhir tahun. Akibatnya kerja pemerintah, memang akan lebih terforsir di bulan ini.

Selain dituntut memaksimalkan realisasi fisik dan anggaran, pejabat yang terpilih nantinya diminta segera menyesuaikan diri dengan urusan-urusan di OPD baru.

a�?Kami target di akhir Desember,a�? kata Eko, mengungkapkan rencana pelantikan pejabat yang disesuaikan dengan OPD yang baru.

Dipilihnya waktu akhir tahun, lanjut Eko, untuk memberi kesempatan bagi pejabat untuk menuntaskan semua pekerjaan mereka. Sehingga, 1 Januari 2017, menjadi waktu berlakunya Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2016, tentang Perangkat Daerah.

a�?Saya rasa tidak tidak akan butuh waktu lama untuk melaukan penyesuaian dengan OPD baru,a�? imbuhnya.

Eko juga memastikan perubahan OPD, tidak akan mempengaruhi kebutuhan pegawai. Begitu halnya juga kebutuhan gedung untuk ruang kerja SKPD. Menurutnya, meski ada beberapa SKPD dipisah, namun banyak pula SKPD yang dimerger.

a�?Kan ada juga beberapa SKPD yang dimerger, seperti BLH, Pertamanan dan Kebersihan saja sudah ada 3 SKPD yang jadi satu. Saya fikir tidak ada persoalan lah,a�? tandasnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys