Ketik disini

Kriminal

Aksi 212 Juga Terjadi di Mataram

Bagikan

MATARAMA�– Aksi unjukrasa 212 tidak saja terjadi di Jakarta. Kemarin (2/12), tiga gelombang aksi yang melibatkan ratusan warga dari sejumlah organisasi mahasiswa, turut mengadakan aksi Bela Islam Jilid III di Mataram. Mereka berorasi di depan Polda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB.

Aksi pertama dilakukan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Massa yang dikomandoi Roziyadi ini bergerak menuju Polda NTB sekitar pukul 10.00 Wita.

Dalam orasinya, Roziyadi meminta tegaknya hukum dan keadilan terhadap penistaan agama. Menurut dia, penistaan terhadap agama apapun yang diakui di Negara Indonesia, sama saja menciderai kebhinekaan dan persatuan bangsa.

a�?KAMMI menghargai dan menghormati apa yang dilakukan GNPF-MUI, mendorong tegaknya hukum terhadap penistaan agama,a�? kata dia.

Kepada penegak hukum, dia mengingatkan agar mengedapankan pengayoman dan melindungi setiap keselamatan warga. Terutama yang melakukan aksi tegaknya hukum terhadap penista agama.

a�?Kita mengajak seluruh rakyat NTB untuk terus mengawal proses tersebut, agar hukum berpihak kepada kebenaran dan rasa keadilan,a�? tandasnya.

Selanjutnya, selang setengah jam kemudian, datang ratusan warga lainnya dari dua organisasi, yakni IMM Mataram dan HMI-MPO Mataram. Selama aksinya, Korlap Samsul Hidayat mengomentari pidato Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu terkait Surat Al Maidah ayat 51. Menurut dia, penggalan pidato tersebut dianggap melukai hati umat Islam.

A�a�?Alasan tidak ditahannya Ahok yang sudah dinyatakan sebagai tersangka adalah bentuk ketidakadilan,a�? kritik dia.

Berdasarkan hal itu, dia menganggap penegakan hukum hanya berlaku bagi rakyat kecil. Tajam ke bawah, namun tumpul ke atas. Karena itu, mereka menegaskan semua pihak untuk tidak mempolitisir kasus Gubernur DKI Jakarta non aktif itu.

a�?Kami minta segera tangkap dan penjarakan Ahok penista agama,a�? tegasnya.

Kemudian, massa aksi ketiga datang dari dari HMI DIPO sekitar pukul 14.30 Wita. Puluhan mahasiswa ini membawa tuntutan yang sama. Meminta aparat untuk menegakkan hukum bagi penista agama.

Dalam aksi ini, massa sempat terlibat aksi dorong dengan polisi yang berjaga di depan Mapolda NTB. Mereka memaksa untuk masuk dan menemui Kapolda NTB. Namun, aksi tersebut direspons polisi dengan baik. Mereka tidak meladeni provokasi mahasiswa.

a�?Berdiri saja, gak usah dilawan,a�? kata Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka