Ketik disini

Kriminal

Kasus Alkes Mataram Jalan Ditempat

Bagikan

MATARAMA�– Penanganan dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) di 11 Puskesmas Kota Mataram, masih menyisakan tanda tanya. Kasus yang ditangani penyidik Satreskrim Polres Mataram A�sejak awal tahun lalu, masih berkutat pada tahap penyelidikan.

Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto bahkan mengakui tidak mengetahui sejauh apa penanganannya. Begitu pula saat disinggung, terkait nilai kerugian Negara yang dikeluarkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB.

a�?Kalau saya, apa yang ditanya, jawabnya masih lidik (penyelidikan, Red). Karena secara teknis, Kasat Reskrim yang tahu sejauh mana penanganannya,a�? kata Heri, kemarin (2/11).

Hasil kerugian Negara berdasarkan Audit Investigasi (AI) BPKP NTB, diketahui sebesar Rp 190 juta. Meski angka kerugian Negara telah dikeluarkan BPKP, Polres Mataram tidak lantas menaikkan status perkara ke tingkat penyidikan.

a�?Belum tentu bisa langsung naik ke penyidikan,a�? ujar dia.

Heri menjelaskan, alasan pihaknya tidak menaikkan ke penyidikan adalah penyelidik masih menguatkan alat bukti. Sehingga ketika nanti dinaikkan status perkara, di kemudian hari tidak akan mengalami hambatan.

a�?Kalau kasus korupsi seperti itu, harus diperkuat di tingkat lidik. Kalau sudah pas, bisa kita naikkan ke sidik (penyidikan, Red),a�? jelas mantan Kapolres Lombok Timur ini.

Karena itu, di tahap penyelidikan ini, jajarannya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Termasuk dengan BPKP dan instansi lainnya.

a�? Kalau ada yang terlewat, nantinya akan ditemukan kejanggalan di tahap selanjutnya,a�? kata dia.

Sementara itu, Kepala BPKP NTB Bonardo Hutauruk mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan hasil perhitungan AI. a�?Sudah lama kami serahkan ke Polres, tapi mengenai perhitungan kerugian Negara belum. Sebabnya belum ada permintaan dari polisi,a�? kata dia.

Diketahui, proyek senilai Rp 1 miliar lebih menggunakan dana APBN tahun 2014 masuk ke meja penyidik sejak awal 2015. Munculnya kasus ini, sebab ada dugaan bahwa puskesmas belum saatnya menerima alkes tambahan, namun sudah terlebih dulu diprogramkan dan disalurkan pemerintah.

Karena itu, berdasarkan laporan, barang yang diterima puskesmas banyak yang tidak bisa digunakan sesuai kebutuhan. Alkes yang mangkrak ini berupa peralatan laboratorium dan perlengkapan untuk pemeriksaan gigi. Mengenai hal ini, penyidik sempat turun melakukan pengecekan fisik seluruh alkes yang diduga bermasalah. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka