Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Pasar Syariah Sangat Terbuka

Bagikan

MATARAM – Setelah Bank Aceh melakukan konversi pada Agustus 2016 lalu, giliran Bank NTB direncanakan dikonversi menjadi syariah. Diharapkan konversi dapat dilakukan paling lambat Agustus 2018.

Rencana konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah mendapat dukungan sejumlah kalangan. Apalagi pasar syariah di NTB, dinilai masih sangat terbuka. Dengan konversi ini diharapkan, Bank NTB dapat lebih maju sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi kemajuan daerah.

“Pasar syariah ini sangat luas, terutama di NTB yang mayoritas penduduknya beragama Islam, karenanya rencana konversi itu patut didukung,” tegas Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB Hamdan Kasim.

Dengan perubahan dari bank konvensional menjadi syariah, pelayanan yang diberikan Bank NTB bakal lebih memberikan multiefect positif. Salah satunya diharapkan mampu memacu pertumbuhan layanan keuangan syariah lainnya di daerah. Bahkan dengan konversi ini, usaha syariah Jamkrida NTB bakal lebih berkembang.

 “Yang terpenting, bukan hanya usaha perbankannya yang berkembang, tapi jaminan kehalalan transaksi keuangan ini yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Namun diakuinya, konversi bank konvensional menjadi syariah tidak bisa dilakukan begitu saja. Selain harus ada kajian menyeluruh, juga perlu adanya sinergi antara lembaga keuangan baik perbankan maupun lembaga keuangan non bank. Namun dia yakin, melihat kondisi yang ada, konversi Bank NTB dari bank konvensional menjadi syariah sangat menguntungkan. Apalagi dengan ditetapkannya NTB sebagai daerah wisata halal, maka pasar syariah ini bakal semakin terbuka lebar.

“Para wisatawan yang ingin bertransaksi secara halal, tentunya membutuhkan keberadaan bank syariah ini. Artinya secara kasat mata pasar syariah di NTB sangat terbuka, tinggal kita tunggu kajiannya seperti apa,” imbuhnya.

Hamdan mengakui market share bank syariah belum begitu luas, secara nasional baru sekitar 5 persen. Padahal dengan jumlah penduduk muslim yang mencapai lebih dari 85 persen, market share bank syariah mestinya bisa lebih besar. Potensi pasar yang masih begitu luas ini, dinilainya menjadi peluang pengembangan keuangan syariah.

Apalagi di NTB, di mana penduduknya yang cukup agamais, membuat peluang pasar syariah ini sangat terbuka lebar. Tinggal bagaimana peran para pihak, termasuk akademisi dan para ulama untuk mensosialisasikan keuangan syariah ini, bisa lebih dioptimalkan.

“Saya yakin, dengan sosialisasi yang lebih massif, keuangan syariah ini bakal lebih dikenal dan tentunya diminati. Ini peluang yang harus ditangkap Bank NTB,” tandasnya. (ms/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka