Ketik disini

Metropolis

Tak Boleh Dipotong, Harus Sesuai Data!

Bagikan

MATARAMA�– Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Andi ZA Dulung mengatakan, prinsip pertama penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin harus tepat sasaran. Misalnya, pemberian bantuan beras miskin. Mestinya tidak boleh dibagi rata dengan warga lain. Sebab penerima harusnya adalah warga yang terdata sebagai penerima. Dengan demikian jumlah beras yang diterima tidak akan berkurang. a�?Harus ada ketegasan, yang tidak berhak ya tidak boleh dapat,a�? katanya di Mataram, Kamis (1/12) lalu.

Pembagian beras miskin dengan alasan untuk pemerataan tidak bisa diterima. Sebab hal itu membuat tidak efektifnya bantuan. Pemerintah daerah sekarang tinggal memilih, mau bersikap tegas atau tidak dalam pengentasan kemiskinan. “Masyarakat juga perlu disadarkan, kalau menerima bukan haknya berarti berdosa,a�? ujarnya.

Ia menerangkan, pemerintah pusat memberikan bantuan sesuai dengan data dan nama yang ada. Tapi jika ada data yang dianggap tidak valid, ia menantang daerah menunjukkan data mana yang tidak benar.

Untuk menghindari pemotongan, pola yang digunakan saat ini adalah dengan cara memasukkan bantuan ke rekening masing-masing di bank. Dengan demikian, bantuan tidak akan bisa dipangkas. “Warga menerima bantuan di bank,a�? katanya.

Jika terjadi pemotongan, maka yang harus dilakukan tindakan tegas. Dalam hal ini polisi bertindak, aturannya sudah jelas sehingga bisa ditahan oknum yang memangkas. Mereka bisa digiring ke pengadilan. Sebab ketegasan dalam hal ini sangat dibutuhkan. a�?Tangkap saja,a�? kata.

Dengan penindakan tegas, oknum-oknum petugas yang suka memotong tidak akan lagi berani main-main dengan bantuan bagi warga miskin. Hukuman pantas diberikan, karena perbuatan tersebut menurutnya sangat zalim. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys