Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Tangkap Ahok !

Bagikan

KOTA BIMAA� -A� Massa aksi Forum Umat Islam (FUI) Bima menggelar aksi demonstrasi super damai 212. Pada aksi tersebut demonstran menyerahkan petisi 212 ke majelis hakim dan juga jaksa.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), aksi dimulai sekitar pukul 08.20 Wita. Demonstran berkumpul di Lapangan Merdeka Kota Bima. Kemudian berjalan menuju kantor Pengadilan Negeri A�(PN) Bima dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima.

Di depan kantor pengadilan, Ketua FUI Kota Bima ustadz Asikin bersama beberapa demonstran lainnya disambut oleh perwakilan PN Bima. Pada kesempatan itu, demonstran menyerahkan petisi 212 untuk dilanjutkan ke Mahkamah Agung. Petisi tersebut diterima oleh Humas PN Bima Dedi Haryano.

Ada tiga poin isi petisi 212 tersebut. Diantaranya, mendesak Jaksa Agung segera menahan penista Alquran dan penghina Islam Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama. Meminta para hakim yang mengadili penista Alquran dan penghina Islam Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama. Menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa pandang bulu.

“Poin ketiga, bila petisi ini diabaikan, kami menyeru seluruh kaum muslim tumpah ruah menuntut tegaknya keadilan,” kata ustadz Asikin.

Sebelum menyerahkan petisi tersebut, mewakili demonstran dr Irfan berorasi. Dalam orasinya dr Irfan menegaskan, kehadiran mereka untuk menuntut keadilan. Dia menyampaikan, umat muslim bukan musuh polisi, jaksa maupun pengadilan. Umat Islam melakukan aksi demontsrasi karena merasa agamanya dilecehkan. Sementara pelaku penistaan agama tersebut tidak ditahan.

Humas PN Bima Dedi Haryanto di hadapan demonstran menjelaskan, perbedaan merupakan rahmat bagi semua. Petisi yang disampaikan akan diteruskan ke Mahkamah Agung secepat mungkin.

“Pengadilan akan memberikan penetapan hukum sesuai aturan yang ada. Jika bersalah, wajib dihukum,” tegasnya.

Aksi tersebut dilanjutkan ke kantor Kejari Bima. Kajari Bima Eko Prayitno menemui massa aksi dan menerima petisi 212 dari demonstran. Dan berjanji akan melanjutkan pesan tersebut ke Kejagung.

Setelah menyerahkan petisi, demonstran melanjutkan perjalanan menuju Masjid Nurul Qalbi untuk melaksanakan salat Jumat bersama.

Sementara itu di Kabupaten Sumbawa aksi 212 digelar dengan cara zikir bersama di Masjid Agung Nurul Huda. Dalam kesempatan itu, Forum Penegak Syiar Islam (FPSI) Sumbawa menyampaikan pernyataan sikap. FPSI meminta agar aparat penegak hukum segera menahan terduga pelaku penista agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kegiatan zikir bersama itu dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah, Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad, Dandim 1607 Sumbawa Letkol ARM Sumanto, para tokoh agama, para pimpinan ormas islam dan berbagai pihak lainnya. Dalam kegiatan yang dilaksanakan seusai salat Jumat itu juga diisi dengan kegiatan tauziah kebangsaan oleh TGH Ahmad Muchlis.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan dimulainya gerakan salat subuh berjamaah yang diinisiasi oleh Pemda Sumbawa. Selain itu, seusai kegiatan dilakukan penggalangan dana bagi umat muslim Rohingya di Myanmar.

Dalam kegiatan tersebut Ketua Umum FPSI Sumbawa HM Jurnawi Fakhruddin menyampaikan pernyataan sikap terkait kasus Ahok. Dia mendesak Kejaksaan Agung untuk segera menahan Ahok. Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Ahok diminta untuk ditahan sebagai mana para pelaku penista agama lainnya.

Dia mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan supremasi hukum kepada semua pelaku tindak pidana tanpa pandang bulu. Agar terpenuhi rasa keadilan di tengah masyarakat. Pihaknya juga mendesak pemerintah untuk tidak memberikan perlindungan terhadap Ahok yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepada masyarakat, diminta untuk tetap mengawal proses hukum kasus ini. Diimbau kepada umat Islam agar tetap bersatu dalam membela agama, menjaga keutuhan NKRI dengan kebhinekaannya berdasarkan undang-undang dasar 1945 dan pancasila. Pernyataan sikap itu kemudian diserahkan kepada Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad, Dandim 1607 Sumbawa Letkol ARM Sumanto dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumbawa Erwin Indrapraja.

Wakil Bupati Sumbawa A�H Mahmud Abdullah mengatakan, aksi yang dilaksanakan ini merupakan aksi yang kedua. Kegiatan pertama dilaksanakan pada 4 November lalu. Namun dalam kegiatan kali ini, pihaknya melakukan kegiatan zikir bersama. Sekaligus melakukan launching salat subuh berjamaah.

”Satu hal pesan kami, bahwa dengan aksi ini akan menguatkan rasa dan barisan ukhuwah Islamiah dan persatuan di antara kalangan muslim, serta persaudaraan secara nasional,” katanya.

Secara terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumbawa Erwin Indrapraja yang dimintai tanggapannya terkait pernyataan sikap tersebut mengatakan, akan disampaikan secara berjenjang. Pertama akan disampaikan ke Kejaksaan Tinggi NTB dan kemudian akan disampaikan ke Kejaksaan Agung RI.

”Pernyataan itu akan kami sampaikan kepada pimpinan secara berjenjang. Mulai dari kajati hingga kajagung,” ujarnya.

Dipaparkan, saat ini proses kasus dugaan penistaan agama tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung. Karena itu, diharapkan semua pihak untuk menunggu proses hukumnya. Namun yang jelas, kasusnya pasti akan dilimpahkan ke pengadilan. Terkait penahanan terhadap Ahok, kewenangannya diserahkan pada pimpinan.

Sementara itu, Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad mengatakan akan meneruskan pernyataan sikap FPSI Sumbawa. Sebab, pernyataan sikap itu untuk pimpinan polri. Pernyataan ini akan dikirimkan ke Polda NTB terlebih dahulu untuk diteruskan ke Mabes Polri. (yet/run/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys