Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Bisnis Ban dan Velg Mobil Menurun

Bagikan

MATARAM – Bisnis ban dan velg mobil anjlok di penghujung tahun 2016. Hal itu dirasakan HM Kartiban, penjual ban dan velg di Cakranegara. Menurutnya, dalam dua tahun terakhir omzetnya kian menurun. “Sejak 2015 omzet bisnis ban dan velg terus menurun hingga penghujung 2016,” kata Kartiban kepada Lombok Post kemarin (4/12).

Kartiban merupakan salah satu pebisnis ban dan velg yang membuka usaha di Jalan Brawijaya Karang Tanggeban Mataram. Beragam jenis dan merk ban serta velg dijualnya. Biasanya, dia menyetok lebih kurang 300 ban dan velg. Jika sebelumnya dia memperoleh pendapatan hingga Rp 300 juta per bulan, pada penghujung tahun ini pendapatannya hanya sampai Rp 150 juta per bulan.

Dalam sehari, jumlah ban dan velg yang terjual antara delapan hingga 10 ban. Itupun ban dengan harga standar seperti ban ukuran 14 seharga Rp 450 ribu. Adapun ban dengan harga di atas satu juta hanya terjual beberapa buah saja.

“Saya juga nggak mengerti apa penyebabnya usaha ini rada seret,” tandas dia.

Dari sekian jenis velg yang dijual, yang paling dicari saat ini adalah velg 17A� jenis belang. Begitu juga dengan ban. Hanya saja, untuk ban tergantung ukurannya. Terdapat beberapa merk ban yang dijual di antaranya Dunlop, Bridgestone, Hankook, Toyotires, Yokohama, GT Radial, dan Accelera.

Jika setiap harinya rata-rata 10 ban yang terjual, dia memperkirakan dalam sebulan ratusan ban yang terjual. Meski begitu, dia harus secepat mungkin menutupi kekurangan stoknya. Meskipun pendapatannya cenderung menurun, tapi Kartiban berupaya menjaga hubungan dengan para pelanggannya.

Beberapa pelanggannya seperti sejumlah showroom mobil kerap diberikan kejutan-kejutan seperti discon harga atau pelayanan yang lebih baik. Terlebih, dia mengakui persaingan bisnis dalam jual beli ban dan velg mulai meningkat tajam.

“Saya berharap 2017 bisnis ban dan velg lebih baik lagi,” ungkapnya. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka