Ketik disini

Metropolis

Peserta Marathon Terpesona Keindahan Lombok

Bagikan

MATARAM – Lombok Marathon 2016 yang berlangsung pagi hingga siang kemarin, sukses. Meski kejuaraan lari level internasional ini baru pertama kali digelar, namun pesertanya mencapai ribuan.

Hebatnya, ribuan peserta itu berasal dari 18 negara dari berbagai benua. Mulai dari benua Asia, Eropa hingga Afrika.

Lomba ini dibagi menjadi beberapa kategori. Yakni, Full Marathon, Half Marathon, Ekiden, 10k, dan 5k.

Kategori yang paling bergengsi pada ajang itu adalah Full Marathon. Karena, peserta harus melintasi rute yang lengkap. Dari menyisir pantai, persawahan hingga perkotaan. Sehingga, Full Marathon menjadi incaran para pelari luar negeri.

Pada nomor yang paling bergengsi, pelari asal Kenya keluar sebagai rajanya. Empat orang pelari Kenya yang mampu finis tercepat adalah Stephen Mungathia, Mundi Onesmus, James Karanja, dan Margaret Nsungga.

Sejak menit awal, sebelum dilepas pada saat start oleh Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono di Senggigi Square, keempat pelari itu berada di paling depan. Terlihat, larinya stabil hingga tutup garis finis di depan Kantor Gubernur NTB.

Pada kategori Female Full Marathon diraih Margaret Nsungga. Disusul Patricia asal Portugal, dan juara ketiga Viola asal UK.

Pada kategori Ekiden juara satu, dua dan tiga diraih tim Korem 162/Wira Bhakti.

Sementara pada kategori Male 10K diraih pelari jarak jauh NTB Ridwan dengan catatan waktu 33 menit 54 detik. Disusul pelari asal Jawa Barat Asmara Bara 34 menit 7 detik. Pada urutan ketiga diraih pelari asal Kota Bima Imam Mahdin dengan catatan waktu 34 menit 54 detik.

Kategori Female 10K diraih oleh Afriana Poijo dari NTT dengan catatan waktu 39 menit 16 detik. Adriana Waru dari NTT dengan waktu 40 menit 28 detik. Disusul Novita Adriani dari Jawa Tengah.

Pada kategori Male 5K diraih oleh Erwin Beke dari DKI Jakarta, disusul M Adhar Kota Bima dan di urutan ketiga Sugeng S dari Bandung.

Sementara Female 5K Fera Febrianti dari Bandung. Urutan kedua diisi Dian Eka Yanti dari Sumbawa, dan disusul Sunarti dari Kota Bima.

Sang juara asal Kenya Stephen Mungathia mengatakan, rute yang dilalui tidak terlalu berat. Sehingga, dia memanfaatkan momen itu untuk menyelesaikan dalam waktu cepat. ”Saya berusaha untuk menjadi yang terbaik pada event ini,” katanya.

Dia mengaku sudah sering mengikuti beberapa event internasional. Di Amerika, Singapura dan berbagai negara.

Namun, baru kali ini ia terpesona dengan rute yang dilalui. “It’s good, It’s beautiful (ini sangat bagus dan ini sangat indah),” pujinya.

Jika event ini akan kembali digelar, Ia  akan datang bersama dengan rekan-rekannya lagi.

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi yang juga ikut pada kategori half marathon mengatakan, suasananya sangat indah. Itu menjadi momen yang tidak terlupakan. ”Ini akan kita jadikan event tahunan bagi NTB,” ujarnya.

Dengan event ini bisa membangkitkan dan menyemarakkan olahraga lari di NTB. Karena, daerah Bumi Gora ini setiap tahunnya menyumbang pelari nasional maupun internasional pada nomor jarak pendek dan menengah.

”Dengan event ini akan muncul pelari nomor jarak jauh,” harapnya.

TGB menilai, event ini juga akan sangat mempengaruhi sektor pariwisata. “Bagus, ke depan akan lebih ramai lagi. Bisa dua kali lipat daripada ini,” katanya.

Menurutnya, rute marathon di NTB paling lengkap dibandingkan daerah lain. Dengan pemandangan alam yang bagus, cuaca yang mendukung, ia menuturkan semua peserta cukup puas. Sebab jalurnya aman dari kawasan pantai hingga jalur-jalur perkotaan tidak ada hambatan. “Kita yang terbaik dari sisi rute dan keindahan alam,” ungkapnya. (arl/sir/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka