Ketik disini

Ekonomi Bisnis

PT CSI Tak Jaminkan Dana Himpunan

Bagikan

MATARAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan aktivitas PT Cakrabuana Sukses Indonesia (PT CSI) sebagai kegiatan yang melanggar hukum atau ilegal. Hal ini dikarenakan dana masyarakat yang dihimpun oleh PT CSI tidak mendapatkan penjaminan dari lembaga manapun.

a�?OJK meminta kalau di daerah ditemukan aktivitas perusahaan ini untuk segera melaporkannya ke kami,a�? kata Kepala OJK NTB Yusri belum lama ini.

OJK terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas perusahaan ini. Apalagi sebelumnya Bareskrim Polri telah menangkap dua orang direksi atau pengurus PT CSI pada akhir bulan lalu. Dugaannya CSI melakukan kegiatan usaha menghimpun dana masyarakat tanpa izin dinilai tidak sesuai ketentuan dalam Pasal 59 UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Sebelumnya OJK dan Satgas Waspada Investasi telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kegiatan PT CSI yang diduga melanggar hukum dan ilegal. OJK juga sudah mengingatkan masyarakat di daerah melalui media massa maupun Focus Group Discussion (FGD) untuk tidak mengikuti kegiatan PT CSI.

a�?Ini untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,a�? ujarnya.

Majelis Ulama Indonesia Cirebon juga telah menyatakan haram terhadap produk PT CSI karena melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Fatwa tersebut dikeluarkan sesuai dengan keputusan Nomor 41/MUI/Kab.Cirebon/IX/2016. Apabila terdapat masyarakat yang merasa dirugikan oleh PT CSI, OJK mengharapkan agar segera melapor kepada kepolisian.

Atas kasus PT CSI ini, OJK dan Satgas Waspada Investasi menghimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk berhati-hati. Memastikan perusahaan yang menawarkan investasi tersebut memiliki izin usaha dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

Selain itu, memastikan bahwa pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar. Masyarakat khususnya para debitur dan pelaku usaha jasa keuangan diminta waspada terhadap penawaran dan atau ajakan dari pihak manapun yang menjanjikan pelunasan utang. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka