Ketik disini

Selong

Realisasi PAD Baru 80 Persen

Bagikan

SELONG – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur (Lotim) tahun 2016 mencapai sekitar Rp 253 miliar. Sampai akhir minggu ketiga Bulan Nopember realisasi hanya 80 persen. Sedangkan serapan anggaran belanja daerah baru mencapai 70 persen dari jumlah Rp 2,4 triliun. Rendahnya realisasi ini menjadi sorotan DPRD Lotim.

a�?Untuk realisasi PAD masih ada sisa 20 persen dari target. Katanya, itu akan direalisasikan tinggal satu bulanA� waktu tersisa,a�? kata Ketua DPRD Lotim H Khairul Rizal.

a�?Setelah kami caritahu, katanya itu masih bermasalah di tembakau Virginia. Ini yang nanti kami akan diskusikan lebih mendalam,a�? imbuhnya.

Sama dengan rendahnya realisasi target PAD, realisasi serapan anggaran juga diungkapkan Rizal masih lebih rendah. Saat ini serapan anggaran belanja daerah menyisakan 30 persen untuk mencapai target. Jumlah yang belum terserap dinilai sangat besar mengingat anggaran belanja daerah mencapai Rp 2,4 triliun.

a�?Kalau kita lihat ya ini memang cukup besar,a�? ujar Politis Demokrat ini.

Sejumlah penyebab rendahnya realisasi serapan anggaran dijelakan karena terlambat proses sejumlah tender proyek atau proses lelang. Selain itu beberapa proyek juga salah menunjuk pemenang. Sehingga ini berdampak pada lambatnya serapan anggaran belanja daerah. a�?Termasuk pengerukan dermaga labuhan haji serta beberapa kegiatan yang lain,a�? sindir Rizal.

Terpisah, akademisi A�Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor Muhammad Safwan juga memberikan tanggapannya terkait rendahnya PAD Lotim. Dosen Fakultas Ekonomi Syariah ini menjelaskan bahwa PAD yang harusnya dimilik Lotim bisa lebih besar dari jumlah target tahu ini. Hanya saja, ia menilai pemerintah kurang bisa memaksimalkan potensi yang ada.

a�?Sektor pariwisata saat ini belum terkelola dengan baik. Ke depan ini harusnya bisa menjadi sumber potensi yang besar bagi daerah,a�? kata dia.

Karena, jika hanya mengandalkan pajak daerah saat sebagai potensi PAD, Safwan menilai itu belum bisa meningkatkan jumlah PAD secara signifikan. Sebaliknya, sektor pariwisata dikataknnya sebagai fenomena bola salju. Dimana, jika sektor pariwisata maju, maka sektor lain juga akan ikut tumbuh.

a�?Tinggal bagaimana pemerintah mengemasnya. Kalaupun memang pak Bupati kurang setuju dengan istilah wisata halal, harus ada konsep lain yang membuat Loti m ini memiliki ciri khas tersendiri,a�? kata dia. a�?

Karena selama ini sangat disayangkan potensi yang ada hingga saat ini masih belum optimal,a�? sambungnya.

Selain sektor pariwisata, Safwan juga berharap pemerintah memaksimalkan potensi pertanian yang ada di Lotim. a�?Daerah haru bisa membantu masyarakat mengelola hasil pertanian. Agar tidak seperti saat ini, semua hasil pertanian malah hanya diangkut dan dijual,a�? tandasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka