Ketik disini

Praya

Selalu Merasa Kurang Anggaran

Bagikan

PRAYAA�– Anggaran pengembangan pariwisata di Lombok Tengah (Loteng) senilai Rp 8 miliar dianggap jauh dari cukup kecil. Bahkan konon, lebih kecil dari Kota Mataram dan Lombok Barat.

a�?Mau bagaimana lagi, apa yang ada kita maksimalkan saja,a�? kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng HL Muhammad Putrie, kemarin(4/12).

Di Kota Mataram, beber Putrie anggaran dibidang pariwisata disiapkan sebesar Rp 17 miliar. Padahal, ketersediaan anggaran yang cukup, akan mempercepat pengembangan pariwisata. Khususnya, menyangkut kunjungan wisatawan.

Jika berbicara destinasi wisata, menurut Putrie Loteng bisa dikatakan yang terbaik dari seluruh kabupaten/kota lain di NTB. Apalagi, kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika mulai dibangun. Hanya saja, pengembangan destinasi yang lain, masih terbentur anggaran.

Kendati demikian, pihaknya merasa bersyukur dan berterima kasih, karena pemkab mengeluarkan kebijakan pengembangan pariwisata berbasis gotong-royong. Maksudnya, kata Putrie beberapa dinas dan instansi teknis akan membantu membangun pariwisata, baik fisik maupun non fisik.

a�?Alhamdulillah, ditengah kekurangan anggaran di Disbudpar, ada kebijakan lain yang dapat mendongkrak kemajuan pariwisata kita,a�? kata salah satu tokoh masyarakat wilayah selatan tersebut.

Ia menambahkan, ada lima pilar yang bisa mendongkrak kemajuan pariwisata yaitu, pemerintah, pelaku pariwisata, masyarakat, akademisi dan media masa. Ditengah kekurangan yang ada saat ini, pihaknya berharap kelima pilar yang dimaksud, ikut bergerak membantu.

a�?Karena urusan pariwisata kita ini, adalah tanggungjawab kita bersama,a�? tambah Kabid Pengembangan Disbudpar Lalu Sungkul, singkat.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka