Ketik disini

Kriminal

Bisnis Mutiara Bangkrut, Jon Curi Motor

Bagikan

MATARAM – Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, begitu pula nasib yang dialami Jon Taufan. Pria yang berstatus PNS di Dinas Pertanian NTB ini dibekuk polisi atas dugaan pencurian kendaraan bermotor. Tak tanggung-tanggung Jon dituding telah mencuri lima motor, hanya dalam tempo satu bulan.

Aksi pencurian yang dilakukan pria 38 tahun ini, dimulai sejak Oktober hingga November. Sejak ia pindah berdinas di Pulau Sumbawa ke Pemprov NTB.

Polisi menyebut, saat masih di Sumbawa, Jon memiliki usaha budidaya mutiara. Malang tak dapat ditolak, usahanya bangkrut. Padahal, usahanya tersebut mengandalkan utang dari bank, senilai ratusan juta rupiah.

Dalam waktu bersamaan, Jon kemudian pindah tugas ke Dinas Pertanian NTB. Tetapi, bukannya bekerja dengan baik, Jon malah melakukan tindak pidana A�.

a�?Ada dua TKP (tempat kejadian perkara, Red) dari aksi yang dilakukan pelaku,a�? kata pejabat sementara Kanit I Subdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda NTB AKP I Made Yogi, kemarin (5/12).

Hanya saja, lanjut Yogi, Jon tidak cuma melakukan pencurian lima motor. Dari penyelidikan polisi, terhitung sejak ia pindah ke Provinsi, sedikitnya Jon telah melancarkan aksinya lebih dari 20 kali.

a�?Yang lainnya masih kita selidiki, sementara baru lima yang ketahuan,a�? ungkapnya.

Selain Jon, polisi juga mengkap Muliadi, 39 tahun. Dia ditangkap polisi karena diduga menjadi penadah motor yang dicuri Jon.

a�?Setiap motor yang dijual Jon, itu dihargai sebesar Rp 2 juta,a�? kata dia.

Lebih lanjut, kata Yogi, pihaknya masih melakukan pengembangan. Mengungkap peran masing-masing pelaku. Sebab, tidak menutup kemungkinan masih ada aktor lain yang berperan dari aksi kejahatan keduanya.

a�?Kita dalami, terutama untuk motor lain yang belum terungkap dari aksi pencurian yang dilakukan Jon,a�? tandasnya.

Kini kedua pelaku telah menghuni sel tahanan Polda NTB. Terhadap Jon, polisi mengenakan Pasal 363 Ayat 1 KUHP dengan hukuman penjara paling lama tujuh tahun. Sedangkan Muliadi, terancam dipenjara maksimal empat tahun, berdasarkan Pasal 480 Ayat 1 KUHP.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka