Ketik disini

Tanjung

Gandeng IPB, KLU Akan Bangun SPR

Bagikan

TANJUNGA�– Penandatanganan MoU kerja sama antara Bupati Lombok Utara dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) mulai terealisasi. Kali ini Pemkab bersama IPB akan membangun Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Lombok Utara (KLU). “Kita sudah tanda tangani kerja sama ini,a�? ujar Kepala DPPKKP Lombok Utara Hermanto, kemarin (5/12).

Kesepakatan kerja sama dengan Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB ini akan berlangsung untuk lima tahun ke depan. Kerja sama akan mulai tahun 2017 mendatang.

Beberapa poin dari kerja sama ini, bahwa dalam rangka pengembangan SPR di Lombok Utara untuk pengelolaan dan budi daya ternak yang baik di masyarakat.

Kerja sama akan dimulai dengan 12 poin ruang lingkup. Meliputi konsultasi, sosialisasi dan verifikasi lokasi SPR, pembentukan dan pemantapan SPR, melaksanaan pelatihan dan bimbingan teknis bagi anggota SPR, pendataan SPR, hingga dilakukannya pendampingan SPR di masyarakat. “Untuk lokasi kita rencanakan di Genggelang sesuai potensi populasi betina yang produktif dan sesuai hasil kajian Unram,a�? ungkapnya.

Dalam SPR akan terbentuk kawasan di mana semua akan tercatat dengan baik. Mulai dari kapan sapi bunting, kapan sapi beranak, dan anak (pedet) sapi akan tercatat dengan baik di kawasan itu. Dengan adanya SPR ini, nantinya pusat maupun provinsi bisa mendukung program itu dengan mengarahkan programnya ke kawasan.

Lebih lanjut, Hermanto menjelaskan, kerja sama akan dilakukan secara bertahap. Pihak IPB akan mengawal proses terbentuknya SPR di Lombok Utara. Pada tahun pertama, IPB akan menamkan konsep perusahaan kolektif di kelompok dengan sasaran komunitas SPR terbentuk di masyarakat.

Berikutnya pada tahun kedua dan ketiga, peternak akan memperoleh pemahaman teknis dan nonteknis. Dalam kurun waktu itu, beberapa peternak akan direkrut dan dibina menjadi guru bagi SPR kawasan itu.

Di akhir masa pendampingan, diharapkan terjadinya peningkatan produktivitas ternak yang dihasilkan SPR dalam wadah perusahaan kolektif berbadan hukum koperasi atau yang setara.

Saham perusahaan ini dimiliki seluruh peternak peserta SPR secara proporsional. Selain itu semua peternak sudah mampu mengelola ternak berdasarkan SOP dan mampu menerapkan sistem manajemen mutu. “Jika masyarakat sudah mapan bisa menjadi SPR mandiri dan membiayai diri sendiri. Lembaga SPR ini juga bisa menjadi mitra bagi pemerintah atau lembaga BUMN lain,a�? katanya.

Ditambahkan, sebagai tahap awal tim dari IPB akan turun ke Lombok Utara pada Januari 2017. Dengan kerja sama ini semua peternak SPR bisa menjadi cerdas dan terampil melakukan usahanya. Karena ilmu yang diperoleh makin beragam dibarengi teknologi bersifat praktis. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka