Ketik disini

Headline Kriminal

Mantan Dewan Lobar Dicokok Polisi

Bagikan

MATARAM – Nasib Idham Halik benar-benar berada di titik nadir. Sempat menjadi anggota DPRD Lombok Barat, di akhir periode 2009-2014, kini pria 39 tahun ini menjadi pesakitan di sel tahanan Polres Mataram.

Ia kini ditahan atas tudingan melakukan pencurian. Menurut polisi peristiwa tersebut terjadi Minggu (20/11). Ketika itu, Idham hendak melakukan transaksi di ATM BNI di Jalan Langko, Mataram. Namun, saat memasukkan kartu, seolah ada yang mengganjal, sehingga kartu pelaku tidak bisa masuk ke mesin ATM.

Ternyata, sebuah kartu ATM lainnya atas nama Dian Wardani, masih berada di mesin tersebut. Hal tersebut membuat mesin ATM dalam posisi online dan siap melakukan transaksi.

Kondisi tersebut langsung dimanfaatkan pelaku. Dia langsung melanjutkan transaksi. Pelaku kemudian menarik uang sebesar Rp 10 juta melalui empat kali penarikan, masing-masing Rp 2,5 juta.

Belum puas mengambil uang Rp 10 juta, pelaku kembali melancarkan aksinya. Dia mentransfer uang Rp 25 juta sebanyak dua kali, ke rekening mantan istri pelaku. Sehingga total uang yang diambil pelaku mencapai Rp 60 juta.

Dari keterangan polisi, pelaku menggunakan uangnya berbagai macam keperluan. Antara lain, menyumbang ke anak yatim, sumbangan ke panti asuhan, membeli motor, hingga membayar utang ke istrinya. Seluruh transaksi tersebut mempergunakan ATM BNI milik mantan istri pelaku. Namun, Idham mengaku ATM tersebut telah ia buang di sekitar Jalan Pendidikan.

a�?Sudah saya buang,a�? kata dia.

Kasat Reskrim Polres Mataram AKP Kiki Firmansyah mengatakan, polisi langsung melakukan penyelidikan usai mendapat laporan dari korban. Ketika itu, korban langsung melapor ke polisi usai menyadari ATM miliknya tertinggal di mesin ATM BNI.

Berdasarkan laporan tersebut, Idham lantas ditangkap polisi Sabtu (3/12) di rumahnya di Jalan Cianjur, Taman Indah, Kelurahan Pagesangan Timur, Mataram.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, buku tabungan atas nama Sri Martiani Baiq, satu handphone merek, serta satu unit sepeda motor merek vario.

Atas perbuatannya, Idham disangka Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun. a�?Sekarang sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Mataram,a�? tandas Kiki.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka