Ketik disini

Headline Metropolis

Pemkot, Fokus Dong!

Bagikan

MATARAM – Sejumlah pengamat ekonomi menyarankan Pemkot Mataram fokus pada sejumlah target yang sudah dibuat. Seperti yang ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“RPJMD itu tolok ukur yang telah dibuat dan harus dikejar target-target di dalamnya,” kata pengamat ekonomi Dr Iwan Harsono, kemarin.

Menurutnya, kesejahteraan masyarakat dan perbaikan layanan harus menjadi salah satu titik inti target tersebut. Pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, inflasi, pendapatan perkapita, dan variabel lain harus terus dikalkulasi dan dijadikan dasar dalam membuat kebijakan. a�?Kalau itu bisa dilakukan, maka akan sangat baik,a�? ujarnya.

Akademisi Universitas Mataram ini mencontohkan, jika jumlah penduduk miskin bisa dikendalikan, bahkan ditekan, akan terjadi keseimbangan. Selanjutnya, tugas kedua adalah memastikan harga di pasaran agar tidak tiba-tiba melonjak.

Menurut Iwan, jika si miskin bisa terbantu, ia meyakini kondisi perekonomian Mataram akan stabil. “Namun perlu diingat, untuk memastikan harga barang tak tiba-tiba mengalami lonjakan, harus ada skema pemantauan langsung di lapangan,” ungkapnya.

Sebab, sedikit saja vluktuasi terjadi, langkah sudah harus diambil. a�?Pastikan barang kebutuhan itu ada dan harganya terjangkau,a�? sarannya lagi.

Akademisi Unram lainnya Dr Firmansyah menyarankan Pemkot Mataram mempertahankan kondisi aman saat harga terjangkau. Inflasi atau deflasi yang terjadi harus sesuai dengan target awal yang telah dibuat.

Untuk itu diperlkukan langkah-langkah strategis untuk mencapainya. a�?Rencanakan dengan benar, kerjakan secara komperhensif,a�? pesannya.

Kerja tim menjadi penting dalam hal ini. Misalnya bagian-bagian dalam Pemkot Mataram yang mengurusi masalah ekonomi harus bersatu padu, menyesuaikan program agar tak terjadi tumpang tindih. Kesemuanya juga harus menyatukan pergerakan untuk mengatur kondisi pasar dan masyarakat.

a�?Koordinasi dan langkah strategis menjadi kata kunci dalam urusan ini,a�? tandasnya.

TPID: Sembako Aman

Sementara itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram memastikan stok dan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok aman. Hal tersebut terungkap dalam rapat bulanan terkait inflasi yang dilakukan di Bappeda Kota Mataram, kemarin. a�?Kesimpulannya tak ada yang perlu dikhawatirkan,a�? klaim Kepala Bappeda Kota Mataram L Martawang.

Keyakinan tersebut didasari data dan analisis yang diperoleh dari sejumlah pihak. Diantaranya Bank Indonesia NTB dan BPS Kota Mataram. Termasuk dengan mengkalkulasi data dengan sejumlah variabel. Misalnya faktor cuaca dan keamanan yang diperoleh dari BMKG dan Polres Mataram. a�?Para doktor dari Unram juga sepakat dengan hal itu,a�? katanya makin mantap.

Stok beras di Bulog Divre NTB khusus untuk Mataram bahkan masih tersedia hingga enam bulan kedepan. Hal serupa juga berlaku untuk stok gula pasir.

Kepala Perwakilan BI NTB Prijono mengatakan gambaran inflasi yang diperkirakan ada dikisaran 3-3,5 persen masih sesuai kalkulasi. a�?Bulan ini inflasinya hanya 0,2 persen saja, sangat on the track,a�? analisanya.

Maulid Nabi, Natal, dan Tahun Baru, tiga agenda besar yang berturut-turut memang bisa saja membuat prediksi yang telah dibuat berubah. Namun berdasar data yang ada, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram meyakini hal itu tak terjadi. Ketika secara nasional inflasi Nopember mencapai 0,47 persen, Mataram hanya dikisaran 0,19 persen saja.

“Mataram bahkan lebih rendah dari NTB yang mencapai 0,2 persen,a�? ujar Kepala BPS Kota Mataram L Putradi.

Sedangkan inflasi berdasar tahun kalender, Mataram ada diangka 1,71 persen. Sedangkan NTB mencapai 1,96 persen dan nasional 2,59 persen. Lagi-lagi kota ini lebih rendah dari angka nasional dan provinsi.

Bahkan bila pembandingnya enam kota yang ada di Bali Nusra, Mataram ada di urutan dua besar untuk inflasi tahun kalender, dan urutan pertama untuk inflasi November. a�?Artinya semua masih sangat sesuai kalkulasi,a�? katanya.

Karena beragam data dan fakta tersebut, TPID Kota Mataram meminta masyarakat tak melakukan panic buying. Pembelian beragam kebutuhan pokok harus dilakukan sesuai keperluan saat itu. a�?Selama tak dilakukan pembelian berlebihan, semua masih sangat aman terkendali,a�? klaim Martawang. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka