Ketik disini

Selong

Dari Ternak Ayam hingga Bisnis Aplikasi Android

Bagikan

Setiap orang lahir dengan talenta tersendiri. Namun ada beberapa orang yang lahir dianugerahi beberapa bakat lebih (multitalenta). Syarif Hidayat, Sarjana Kimia FKIP Unram asal Selong adalah sala satunya.

***

SEPINTAS alumnus A�FKIP Unram 2013 silam ini terkesan pendiam. Ia tidak banyak bicara namun banyak bekerja. Buktinya pemuda kelahiran tahun 1991 ini memiliki banyak kegiatan. Selain disibukkan dengan ribuan ayam petelur miliknya, Syarif, juga disibukkan dengan laptop dan ragam aplikasi andoid yang ia bangun.

A�a�?Sekarang lebih banyak mengurus ayam di kandang sih,a�? cujarnya kepada Lombok Post.

Entah apa bakat sesungguhnya yang dimiliki Syarif. Namun, seolah semua hal yang ia sukai berhasil ia kembangkan. A�Syarif lulus tahun 2013 lalu jurasan Pendidikan Kimia FKIP Unram dengan IPK lebih dari 3,00. Selepas ini ia menekuni banyak profesi.

A�a�?Saya coba buka usaha jasa penyedia bandwidth internet. Saya menjual server semua transaksinya lewat online,a�? ungkapnya.

Ia mengaku pelanggannya kini terus bertambah. Namun untuk mencapai posisinya saat ini tak mudah. Ia telah menginvestasikan waktunya berbulan-bulan di depan monitor komputer untuk mempromosikan dan melayani pelanggannya. Alhasil kini Syarif mengaku bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp 3 juta per bulan.

A�a�?Resikonya kita jadi kelelawar. Malam hari harus tetap begadang bahkan hingga siang hari pun harus terus di dalam kamar nongkrongin laptop,a�? cetusnya.

Selain bekerja di dunia maya, Syarif sebenarnya pernah beberapa kali mencoba pekerjaan lain. Misalnya saja dengan menjadi agen Google Maps hingga membuat A�aplikasi android. Kesibuan yang kedua ini masih ia jalani.

a�?Ketika kita membuat aplikasi di android kemudin banyak yang download itu otomatis feenya akan banyak mengalir ke kita,a�? bebernya.

Sebagai permulaan, Syarif mengaku belajar membuat aplikasi game android. Ia terlebih dulu membeli kerangka aplikasi game yang ingin dibuatnya. Baru setelah itu ia kemudian mengembangkannya sendiri. Tak puas hanya membuat game, ia juga membuat aplikasi lainnya. Misalnya saja tuntunan membaca Alquran dengan Tajwid. a�?Alhamdulillah banyak yang download,a�? tuturnya.

Dari aplikasi ini ia mengaku berhasil mengumpulkan hingga Rp 40 juta rupiah. Inilah yang kemudian ia putar sebagai modal usaha ayam petelur.(HAMDANI WATHONI, Selong/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka