Ketik disini

Praya

Warga Tolak Direlokasi, Longsor Susulan Mengancam

Bagikan

Keinginan Pemkab Loteng A�merelokasi warga dilingkar tebing, jalan penghubung dua dusun di Desa Aik Berik, ditolak warga. Bupati HM Suhaili FT mengingatkan longsor sewaktu-waktu bisa terjadi.

***

DELAPANA�A�pemilik rumah di Dusun Pondok Gedeng di Desa Aik Berik, Batukliang Utara (BKU) Loteng di sekitar lokasi longsor menolak direlokasi. Padahal, kondisi tebing jalan penghubung Dusun Pondok Gedeng, dengan Dusun Gunung Jai mulai mengkhawatirkan. Lereng ini rawan longsor susulan ketika hujan datang.

Jika dua atau tiga kali saja longsor lagi, maka dipastikan rumah kedelapan kepala keluarga (KK) itu ambruk. Kendati demikian, Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM, serta Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) mulai bergerak cepat melaksanakan pengerjaan fisik. Dengan harapan, tidak ada lagi longsor susulan.

a�?Ini namanya musibah yang tidak pernah kita sangka-sangka. Jadi, warga pemilik rumah, mau tidak mau harus mengikuti kebijakan pemerintah,a�? ujar Bupati HM Suhaili FT.

Jika mereka menolak, Suhaili meminta agar dinas dan instansi terkait, segera membuat surat pernyataan, yang menyatakan menerima atau menolak direlokasi. Disaksikan aparat kepolisian, TNI dan aparatur pemerintah desa.

Artinya, tekan pria asal Bodak Montong Terep tersebut, yang menolak tentu akan menerima segala konsekuensi jika kelak bencana kembali terjadi. Karena itu mereka yang menolak diminta membuat surat pernyataan.

a�?Surat pernyataan itu, harus ditandatangani segera. Mohon warga jangan menyepelekan, apalagi intensitas hujan akhir-akhir ini cukup tinggi,a�? ujar Suhaili.

Orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu menekankan, agar warga yang menolak relokasi yang dimaksud, jangan menghalang-halangi pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Kendati demikian, pemerintah tetap memperhatikan segala kebutuhan hidup warga.

Namun, tambah Suhaili lagi-lagi jika terjadi resiko longsor, hingga berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan, maka warga diminta jangan menyalahkan pemerintah, jangan menganggap pemerintah lamban dan sebagainya. a�?Dari Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian (BKP3), Insya Allah kami sudah menyiapkan dua ton beras,a�? sambung Kepala BKP3 Lalu Iskandar.

Kebutuhan beras kelas medium akan didrop ke lokasi musibah longsor, bersamaan dengan sembako yang disediakan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). a�?Sesuai perintah bupati, kami diminta bergerak cepat,a�? ujarnya.

Beras sebanyak dua ton tersebut, menurut rencana akan dialokasikan kepada 90 warga. Termasuk, diperuntukkan bagi para pekerja yang membangun akses jalan, fasilitas, sarana dan prasarana pendukung dilokasi longsor. a�?Insya Allah, untuk beberapa minggu kedepan, kebutuhan beras dilokasi longsor aman,a�? ujarnya.(Dedi Shopan Shopian a�� PrayaA�Bersambung/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka