Ketik disini

Tanjung

Kemenkes Tinjau RSUD Tanjung

Bagikan

TANJUNGA�– Tim visitasi bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkunjung ke RSUD Tanjung, kemarin (6/12). Tim visitasi ini terdiri dari beberapa dokter spesialis. Visitasi ini dilakukan untuk mengetahui upaya pemerintah daerah dalam mendukung sarana prasarana di RSUD Tanjung. “Selain gedung kita juga tinjau sarana penunjang kelengkapan seperti alat kesehatan termasuk tenaga dokter spesialis yang dibutuhkan,a�? ujar Ketua Tim Visitasi Nico Lumintang usai bertemu Direktur RSUD Tanjung, kemarin.

Dijelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Kemenkes melakukan advokasi ke semua rumah sakit di daerah, baik itu tipe C maupun B. Selain itu, sasarannya tidak hanya rumah sakit di wilayah regional saja. Melainkan juga wilayah pelosok dan kepulauan.

Visitasi ini merupakan program Kemenkes dan Kementerian Keuangan yang melibatkan para dokter spesialis dasar dan anastesi.

Hasil visitasi ini nanti akan disimpulkan di Kemenkes. Di mana RSUD Tanjung sendiri dalam hal ini membutuhkan tenaga dokter spesialis untuk penunjang kebutuhan sesuai tipe C nya. “Bagaimana hasilnya nanti setelah kami laporkan hasil visitasi ke Kemenkes,a�? katanya.

Menurutnya, saat ini ada penilaian terkait upaya pemerintah daerah melalui RSUD Tanjung dalam memasilitasi semua faktor pendukung sarana prasarana berupa fasilitas yang dibutuhkan. Tidak hanya gedung, melainkan juga alat kesehatannya. Setelah itu nanti Kementerian memprogramkan mengirimkan dokter spesialis kesehatan dasar dan tambahan anatesi untuk ditugaskan sebagai wajib kerja spesialis di RSUD.

Sesuai standar tipe C itu, minimal dokter spesialis itu harus ada masing-masing dua orang. Seperti, specialis bedah dua orang, spesialis penyakit dalam dua orang, kebidanan dua orang, spesialis anak dua orang dan anastesi satu orang. Sedangkan saat ini di RSUD Tanjung baru ada sekitar empat orang dokter ditambah satu dokter anastesi.

Kekurangan inilah yang akan dievaluasi Kemenkes. Pemberlakukan ini berlaku bagi dokter spesialis yang baru selesai. Masa kerjanya ditentukan juga, seperti untuk spesialis yang lulus secara mandiri akan ditempatkan selama satu tahun. Sedangkan spesialis yang dari tugas belajar sesuai aturan yang berlaku biasanya sesuai MoU.

Ia menambahkan, program Kemenkes ini merupakan peluang yang diberikan pemerintah pusat untuk setiap tenaga spesialis dasar. Syaratnya, pemkab memberi dukungan seperti perumahan, perabotnya, dan transportasi. “Inti visitasi kami, melihat kemampuan daerah dalam mendukungnya. Para dokter spesialis yang baru selesai yang ditugaskan Kemenkes wajib kerja di RSUD yang sudah ditetapkan itu wajib diterima. Namun, tentu akan dilihat kemampuan daerah juga,a�? terangnya.

Menyoal terkait berapa jumlah spesialis yang akan dikirim ke RSUD Tanjung, Nico mengaku belum bisa memastikan. Karena pihaknya turun untuk melihat fasilitas penunjang apa yang menjadi kebutuhan.

Sementara itu, Direktur RSUD Tanjung HL Bahrudin mengatakan, jumlah dokter spesialis yang dibutuhkan untuk tipe C masing-masing minimal dua orang. Sedangkan RSUD Tanjung baru memiliki dua dokter spesialis penyakit dalam. Selebihnya untuk dokter spesialis lainnya hanya satu orang. Karena itu, RSUD masih membutuhkan empat dokter spesialis termasuk penunjang. Sehingga total RSUD Tanjung membutuhkan sekitar lima orang dokter spesialis. “Fasilitas penunjang bagi dokter sudah kita siapkan semua,a�? pungkasnya. (puj/r7)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka