Ketik disini

Headline Pendidikan

Mahasiswi Miskin Lulus dengan Cumlaude

Bagikan

MATARAM – Untuk kali pertama Fakultas Hukum Universitas 45 Mataram meyudisium seorang mahasiswi dari program beasiswa pendidikan mahasiswa miskin berprestasi (Bidikmisi) pada Senin (5/12) lalu. Mahasiswi itu adalah Diana Susilawati yang lulus dengan IPK 3,72 dengan predikat cumlaude atau pujian.

“Saya bangga dengan prestasi ini. Saya tidak malu dikatakan mahasiswi miskin karena dilahirkan dari keluarga miskin, tetapi tidak miskin akhlak atau moral,” kata cewek kelahiran 1 Agustus 1993 dari Desa Setanggor, Kecamatan Sukamulia, Lotim, ini usai yudisium bersama 45 orang rekannya di Bale Sangkep Universitas 45 Mataram.

Wakil Rektor III Universitas 45 Drs HL Fauzi M.Si menyampaikan,A� sejak 2012, Universitas 45A� mendidik 59 orang mahasiswa Bidikmisi. Tahun ini akan diwisuda 10 orang. Masing-masing dari Fakultas Perikanan lima orang,A� Fisipol empat orang, dan Fakultas Hukum satu orang.

Fauzi menjelaskan, beasiswa Bidikmisi diperoleh perguruan tinggi negeri maupun swasta yang prodinya minimal terakreditasi B. “Mahasiswa yang dapat Bidikmisi tidak membayar SPP, uang pembangunan dan lain-lain sampai tamat,” terangnya.

Bahkan mahasiswa mendapat biaya hidup sebesar Rp 3,6 juta per semester, ditransfer langsung ke rekening yang bersangkutan. “Untuk membuktikan yang bersangkutan benar-benar kurang mampu petugas dari kampus dapat meninjau ke alamatnya di samping melampirkan surat keterangan dari lurah/kades,” imbuh Fauzi.

Sementara itu, dari 45 orang yang diyudisium, Senin (5/12) lalu nilai tertinggi diperoleh Lalu Muhammad Hibban. Perwira pertama berpangkat Kapten CPM yang berdinas di Detasemen Polisi Militer IX/2 Mataram itu mendapatkan IPK 3,90 dengan predikat cumlaude/terpuji.

Ketika menyampaikan kesan dan pesannya, Hibban menuturkan, saat pertama datang ke kampus Universitas 45 Mataram ia ditanya seorang dosen tentang tujuannya. Dia pun langsung menjawab tujuannya hanya satu, yaitu kuliah untuk mencari ilmu. “Jadi bukan semata-mata mencari ijazah,” tegasnya.A� “Ternyata benar, melalui kuliah dan belajar yang tekun, sekarang sayaA�merasa mendapatkan ilmu,” kata Hibban.

Hibban memilih kuliah di Universitas 45 Mataram karena tertarik dengan mata kuliah Jiwa dan Semangat Nilai-Nilai 45 (JSN 45). Menurut Dekan Fakultas Hukum I Made Suradana SH MH, mata kuliah ini diajarkan sejak rektornya Drs H Muh. Sabidin Rifainy, SH.M.Hum yang saat ini juga mengajar JSN 45. Pada mata kuliah ini ditanamkan, ditumbuhkan, dan dikembangkan rasa cinta pada tanah air, rela berkorban, tidak kenal menyerah sebagaimana yang dilaksankan para pejung 45. Sehingga dengan pengorbanannya kita dapat menikmati kemerdekaan.

“Satu semester masih terasa kurang waktunya. Usul saya melalui Dosen JSN 45 Letkol CAJ (Purn) Drs. Made Metu Dahana SH MH, agar waktunya ditambah. Karena melalui mata kuliah ini dapat meningkatkan rasa kebangsaan yang lebih tinggi. Sudah satu generasi kita kehilangan kesempatan mendalami rasa kebangsaan dari sejak Reformasi 1998 sampai 2016 saat ini,” kata Hibban.

Dekan Fakultas Hukum Universitas 45 I Made Suradana SH MH menekankan kepada mereka yang baru selesai yudisium adar tidak henti-hentinya belajar. Yang jelas, kata dia, kalau sudah menyandang gelar sarjana hukum pasti dianggap paham tentang hukum. “Saya bangga kepada salah seorang mantan mahasiswa saya di Fakultas Hukum 45 ini yang hadir di sini selaku dosen sudah bergelar doktor yaitu Dr. H Hamdani yang sudah melampaui pendidikan mantan dosennya,” ungkap dia.

Sedangkan Rektor Universitas 45 Ir I Made Sunantra, MP meminta para alumni tetap menjaga nama baik kampus dan almamater. Sementara, Ketua Dewan Pengurus Yayasan 45 Mataram Brigjen TNI (Pur) H Abdul Kadir S.Ip menyatakan untuk dapat menuju perguruan tinggi yang sehat dan berdaya saing, harus tetap menjaga sinergi antara yayasan, rektor, dekan, dosen, dan mahasiswa. (jay/r1/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka