Ketik disini

Ekonomi Bisnis

NTB Targetkan Kemiskinan Turun 2 Persen Pertahun

Bagikan

Menyambut HUT NTB ke 58, Lombok Post TV bekerja sama dengan Biro Humas dan Protokol Setda NTB menggelar talkshow bertemakan Merawat Pertumbuhan Ekonomi NTB edisi I. Dalam talkshow yang berlangsung kemarin malam hadir Sekretaris Bappeda NTB HM Ilham MM dan pakar ekonomi Dr Iwan Harsono. Dialog interaktif disiarkan Lombok Post TV dengan kanal 48 UHF dan layanan telepon interaktif 081917911219.

***

Pertumbuhan ekonomi di NTB tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional. Pertumbuhan ekonomi ini harus dipertahankan sehingga memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Bappeda Pemprov NTB HM Ilham mengatakan pertumbuhan ekonomi NTB di tahun 2016 cukup bagus. Bahkan melebihi target RPJMD tahun 2016 di mana tumbuh 5,85 persen. Sementara di triwulan akhir saat ini pertumbuhan ekonomi NTB sudah mencapai 7 persen.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi NTB ditopang tiga komponen utama. Yaitu pertanian, pertambangan dan perdagangan. Pertanian dan pertambangan kontribusinya masing-masing sekitar 21 persen.

a�?Kontribusi sektor pertanian ini lebih besar daripada pertambangan. Sehingga pertanian ini harus terus dikembangkan kedepannya,a�? ujar dia.

Sektor potensial lainnya yang potensial adalah perdagangan, di mana memberi kontribusi hingga 9 persen terhadap pertumbuhan ekonomi NTB. Selain itu ada juga industri pengolahan yang kontribusinya sekitar 9,9 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dinilai menyokong penyerapan tenaga kerja. Menurut Ilham sejauh ini serapan tenaga kerja terbesar adalah di sektor pertanian, yang mencapai 39 persen. Sedangkan pertambangan, meski kontribusinya bagi pertumbuhan ekonomi NTB cukup besar, serapan tenaga kerjanya hanya 2 persen.

Karenanya ke depan, pertumbuhan ekonomi juga harus mampu memberi dapak terhadap serapan tenaga kerja. a�?Betul investasi (pertambangan) banyak menyerap tenaga kerja, A�namun belum banyak. Akibatnya belum banyak berdampak pada pengurangan angka kemiskinan yang saat ini masih sekitar 16 persen,a��a�� tandasnya.

Namun dia optimis, semakin menggeliatnya ekonomi, angka kemiskinan dapat ditekan. Tahun 2018 diperkirakan kemiskinan bisa mencapai 12,25 persen.

a�?Kalau sekarangA� kita mengurangi angka kemiskinan 2 persen. Tahun depan kita harapkan turun lagi 2 persen, sehingga bisa mencapai 12,25 persen,a��a�� tegasnya.

Dipaparkan pertumbuhan ekonomi NTB ini banyak ditopang dengan menggeliatnya investasi di kabupaten/kota. Seperti di Kota Mataram tahun ini nilai investasi mencapai angka Rp 8 triliun. Total nilai investasi di NTB tahun ini mencapai sekitar 15 triliun.

a�?Tapi investasi itu jangan hanya padat modal, tapi juga padat tenaga kerja. Seperti di Dompu telah dibangun pabrik gula, sehingga banyak tenaga kerja yang terserap,a��a�� imbuhnya.

Sementara itu dalam pemaparannya Dr Iwan Harsono dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram mengatakan pertumbuhan ekonomi NTB selama 5 tahun terakhir cukup bagus dan berada di atas rata-rata nasional. Namun dia menyoroti, masih tingginya kontribusi pertambangan bagi pertumbuhan ekonomi. Padahal efek investasi pertambangan ini bagi kesejahteraan masyarakat NTB dan penyerapan tenaga kerja tidak terlalu besar.

Karenanya dia mendorong pemerintah memperhatikan sektor-sektor lain di luar pertambangan. Sehingga kontribusi pertumbuhan ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat bisa semakin nyata.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi ini, dia mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif. Pemerntah diharapkan mempermudah investasi sehingga diharapkan banyak investor yang datang menanamkan modalnya di NTB

a�?Tentu saja investasi ini juga kita harapkan bisa banyak menyerap tenaga kerja,a�? imbuhnya.

Diakui, pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk di NTB tidak bisa lepas dari pegaruh luar. Beberapa negara Asia saat ini pertumbuhan ekonominya menurun. Sehingga pada ujungnya juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

a�?Ini juga harus dicermati,a�? tandasnya. (nur/rh/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka