Ketik disini

Headline Metropolis

Siasat Medsos Para Kandidat

Bagikan

Pemilihan Gubernur NTB memang masih setahun lagi. Tapi di media sosial, pertarungan dini telah dimulai. Para kandidat yang sudah mengincar kursi NTB 1 mulai memoles diri. Berlomba menampilkan citra, membidik para pemilih mula atau anak muda yang gandrung dunia maya. Inilah hikayat, bagaimana para kandidat di dunia maya mengatur siasat. Siapakah juaranya?

***

AKUN atas nama Ahyar Abduh, ada dua di Facebook. Akun pertama, usianya sudah sedemikian lawas. Ditandai sebuah foto H Ahyar Abduh, Wali Kota Mataram saat ini, dengan pose mirip seperti foto kepala negara yang biasanya tergantung di kantor-kantor pemeritah atau sekolah-sekolah. Memakai peci hitam, setelan jas lengkap, plus bendera merah putih di sisi kir.

Status pertama diunggah di akun ini, pada 15 Oktober 2009. Itu berarti sudah tujuh tahun silam. Hanya sesekali, status di akun ini diupdate. Tak terlalu sering. Isinya pun serius. Beberapa memang terkait kata-kata indah memotivasi. Namun, sebagian besar soal aktivitas Wali Kota Mataram di pemerintahan.

Entah ada hubungannya atau tidak. Namun, rekor yang memberikan jempol like di akun ini hanya 32 pemilik akun. Sementara yang memberi komentar bisa dihitung jari. Kadang jari tangan pun tak habis untuk menghitung.

Status terakhir di akun ini, tercatat pada 1 Maret 2011. Berjarak nyaris enam bulan dari status sebelumnya yang diunggah pada 12 September 2010. Setelah itu, akun ini seperti tiarap.

Sampai kemudian, muncullah sebuah akun baru. Dengan nama yang sama. Namun ditandai dengan foto dengan pose berbeda. Ada foto Ahyar Abduh berpeci, dipadu kemeja putih dibalut dengan jas. Di pundak tersampir serban perpaduan dominan warna kuning dan putih. Di foto latar ada pose Ahyar Abduh dengan istri tercinta, Hj Suryani Ahyar Abduh. Suryani menyungging senyum, sementara Ahyar berdiri di sampingnya dengan tatapan serius, namun amat meneduhkan.

Setelah akun atas nama Ahyar Abduh mati suri, kini tiba-tiba akun atas nama yang sama muncul dengan gairah luar biasa. Letupan-letupan semangat mengunggah status, berbagi foto kegiatan amat terasa di akun ini. Bahkan setiap saat, setiap waktu. Foto-foto yang ditampilkan pun bagus. Kualitasnya tajam, dengan komposisi yang menarik. Dari akun ini pula, diketahui betapa Ahyar Abduh tiap akhir pekan kini getol menghadiri hajatan walimah pernikahan. Tak cuma di Mataram. Namun nyaris di sejumlah titik sekujur Pulau Lombok.

Tercatat, jumlah teman dalam akun juga telah maksimal. Mencapai 5.000 teman, angka tertinggi teman yang dibolehkan Facebook untuk sebuah akun.

Emangnya ada apa? Banyak yang bertanya begitu. Tentu saja bukan kebetulan ketika seorang publik figur dari semula tak terlalu aktif di media sosial, kini dicitrakan begitu gandrung.

Ahyar, memang sedang punya hajat baik. Wali Kota Mataram dua periode itu, punya niat bertarung di pemilihan gubernur NTB 2018. Maka tak heran, kalau kini Ahyar rajin menemui masyarakat NTB, plus juga rajin mengupdate status di media sosial.

Sependek riset yang dilakukan tim Lombok Post, sekurangnya ada delapan akun di Facebook yang bergerak untuk mendukung pergerakan Ahyar Abduh mengejar kursi NTB 1. Selain yang langsung menggunakan nama Ahyar Abduh, atau dengan embel-embel TGH di depannya. Ada pula yang mengatasnamakan diri relawan atau semeton. Tapi semuanya memiliki pola yang mirip kendati tak sama. Mempromosikan Ahyar untuk menjadi orang nomor satu di NTB.

Akun Ahyar Forntb misalnya. Dalam salah satu postingannya, sang wali kota mengucap salam lantas berpuisi. a�?Jangan biarkan mentari terbenam tanpa makna.. Kawallah rembulan yang terbit di ufuk Timur..a�? By H Ahyar Abduh katanya mengakhiri pusi.

Pada bagian paling bawah, terdapat hashtag #ahyarabduhforntb #AAforNTB #untukNTByanglebihbaik. a�?Sukses selalu,a�? jawab Lalu Suardianta menanggapi postingan yang mendapat 120 like hingga petang kemarin.

Tak hanya cuitan kata dan kalimat. Beragam foto kegiatan sang ustad juga rutin ditampilkan. Tentu saja hal itu memancing ragam komentar dari masyarakat luas. Utamanya mereka yang memang berteman dengan akun-akun yang merepresentasikan Ahyar Abduh.

Rino Rinaldi, dalam salah salah satu psotingannya tertanggal 24 November mengungkapkan kebanggaannya terhadap Ahyar yang diakatakan tanpa batas dengan masyarakat.A� Foto dengan latar wali kota duduk di sebuah kursi taman di depan pendopo, tampak sangat akrab dengan masyarakat sekitar. Dalam foto yang mendapat 330 like tersebut, tampak Ahyar memegang sapu milik pasukan kuning, si penyapu jalan yang sibuk menyuapi anaknya yang masih kecil.

Tentu saja tak semua akun dikelola Ahyar sendiri. Soal ini, Ahyar memang tak ingin blak-blakan. Termasuk apakah memang ada tim khusus yang mengelola semua itu. Tapi, Ahyar tak menampik media sosial memiliki peranannya sendiri dalam mempromosikan rencana pencalonannya. a�?Semua tentu harus kita coba,a�? katanya dalam sebuah wawancara.

Ahyar yang selama ini sudah sangat akrab dengan media konvensional, semisal koran, radio, dan tv daerah, kini memang harus mengembangkan sayap. Silaturahmi yang dibangunnya dengan turun langsung ke tengah masyarakat diimbangi dengan promo dunia maya. a�?Saya dapat banyak tanggapan, termasuk dari Malaysia,a�? akunya.

Kendati tak gamblang menjelaskan strategi yang dijalankan melalui Facebook, namun polanya dapat terbaca. Menjabarkan seluas-luasnya setiap kegiatan yang dilakukan demi simpati para penggila dunia maya. Akun dengan nama a�?Relawan Ahyar Abduha�? misalnya tercatat sudah berteman dengan 2.278 orang.

Pantauan Lombok Post, dalam sepekan terakhir, jumlah yang memberi jempol tanda like di akun Ahyar Abduh, tak lebih dari 195 orang. Beberapa status bahkan jempol like-nya lebih rendah dari itu. Komentar-komentar pun tak banyak.

Itu agaknya yang menyebabkan Ahyar sadar. Aktif di Facebook tidak memberi jaminan apa-apa. Apalagi, dengan kelemahan dunia maya, dimana terdapat banyak akun-akun fiktif. Karena itu, Ahyar mengimbanginya semua itu dengan rajin turun ke masyarakat. a�?Selain (lewat facebook) saya juga rutin silaturahmi ke pelosok-pelosok,a�? ujar dia.

Ahyar pun memberi bocoran. Dalam waktu dekat, sedikitnya sudah 70 lokasi menanti kedatangnnya. Soal maju menuju NTB satu, Ahyar memang tak main-main. Dia mengatakan sudah menjalin komunikasi dengan banyak tokoh politik. Sejumlah parpol juga diajak bertemu untuk menjajaki kemungkinan tersebut. Kendati disebut-sebut bakal sulit menggunakan Golkar yang kadung a�?dikavlinga�? Ketua DPD Golkar NTB H Suhaili FT, Ahyar tak gentar. a�?Saya siap bersaing secara sehat,a�? tandasnya.

Ali BD

Tentu saja, tak cuma Ahyar seorang yang membidik para jamaah di Facebook. Sejumlah figur lain yang juga disebut mengincar kursi NTB 1 juga memoles diri dan tampil di akun media sosial.

Bahkan, figur yang selama ini dikenal tak pernah aktif di media sosial sama sekali, tiba-tiba sudah punya akun media sosial dengan embel-embel nama figur tersebut.

Muncullah akun dengan nama a�?Semeton Ali BD.a�? Akun ini pun begitu eksis sekarang. Isinya aneka aktivitas Ali BD bertemu dengan masyarakat di luar Lombok Timur. Dan juga tentu saja, aktivitasnya sebagai pemimpin daerah Gumi Patuh Karya.

Di akun ini, rata-rata satu status ditandai dengan lebih dari 100 jempol. Ada beberapa status yang dibagi hingga 9 kali oleh akun-akun lain. Sementara komentar bervariasi. Namun, dalam sepekan terakhir, hanya satu status yang dikomentari 26 akun. Selebihnya di bawah itu.

Dikonfirmasi Lombok Post di ruang kerjanya, Ali BD sendiri mengaku tak begitu tertarik dengan pencitraan diri di media sosial. a�?Kalau saya lebih senang bertemu dan berkumpul langsung dengan masyarakat. Itu baru yang benar namanya sosial,a�? kata Ali.

Kendati begitu, kepala daerah yang dikenal nyentrik ini tetap mengapresiasi langkah sejumlah figur yang memanfaatkan media sosial untuk membangun citra. Menurutnya langkah tersebut sangat bagus. a�?Hanya saja saya belum punya saat ini ya, saya belum kepikiran untuk itu (menggunakan media sosial). Dulu pernah ada twitter tapi sudah jarang aktif,a�? akunya.

Namun, ketika dikonfirmasi soal akun facebook atas nama Sementon Ali BD dan website sementonalibd.com dan twitter ali BD, Ali menampik kalau dirinya yang mengelola dan membuat akun-akun tersebut.

a�?Itu bukan saya yang buat. Kalau nama medsos-nya Semeton Ali BD berarti yang buat itu adalah semeton-semeton saya,a�? ujarnya sambil tertawa.

Dari akun-akun itu, selain berisi kegiatan-kegiatan Ali BD, juga ditampilkan pandangan dan pemikiran Ali BD terhadap sejumlah hal. Ada foto pula yang menarik perhatian. Misalanya postingan pada 17 Mei 2016, dimana Ali BD sedang berdiskusi dengan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Sementara di website semetonalibd.com terdapat postingan 4 Desember 2016, kegiatan Ali BD saat mengikuti Maulid Nabi Besar Muhammad saw di wilayah Jelantik, Lombok Tengah.

Suhaili FT

Sementara itu, kandidat lainnya yang juga punya akun media sosial adalah Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT. Pria yang kini menjabat Ketua DPD Golkar NTB ini digadang-gadang akan bertarung dalam Pilgub 2018. Golkar yang merupakan partai terbesar di NTB, tentu saja akan menjadi kendaraan Suhaili.

Namun, jika boleh berandai-andai, misalnya Golkar NTB menggunakan tolok ukur media sosial sebagai rujukan mengusung kandidat dalam pilgub. Maka Suhaili otomatis akan kalah oleh Ahyar Abduh, sesama kader Partai Beringin yang hendak maju pula di pilgub.

Soalnya, di media sosial, meski punya akun, Suhaili tidak terlalu getol. Di akun Semeton Suhaili sangat sedikit jamaah dunia maya memberikan jempolnya. Bahkan akun pribadi Suhaili sudah cukup lama tidak aktif lagi. Padahal, sekali update status, biasanya rata-rata tak kurang dari 100 jempol like disematkan.

Pantauan Lombok Pos, dalam sepekan terakhir, akun atas nama Suhali nyaris tidak ada update sama sekali. Akun ini pun kurang banyak mengekspose agenda-agenda Bupati Loteng tersebut.

Terkait ini, Suhaili punya alasan tentu saja. Meski mengaku siap bertarung dalam Pilgub 2018, namun dia mengaku tidak terlalu berambisi. Itu sebabnya, dia tidak mau gembar-gembor kesana-kemari. Apalagi, melalui media masa. Selama ini, media masalah yang mendorong untuk berkomentar, bukan datang dari diri sendiri.

a�?Itu artinya, saya tidak terlalu berambisi. Karena urusan kekuasaan bukan ambisi. Melainkan, pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat,a�? kata Suhaili pada Lombok Post.

Atas dasar itulah, sampai saat ini, dirinya mengaku tidak memiliki akun media sosial dalam bentuk apa pun itu. Sehingga kalau ada akun atas nama dirinya, dipastikan bukan dirinya yang membuat.

Tak cuma itu. Tidak ada pula gerakan tim sukses yang mengarah kepada pemilih tertentu dan sebagainya. Termasuk, tidak pernah terpikirkan dengan siapa akan berdampingan pada Pilgub 2018 mendatang.

a�?Mengalir saja. Kalau pun saya maju dan bergerak, itu atas izin Allah SWT serta masyarakat,a�? ujar orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.

Ia menambahkan, manusia hanya berencana dan berikhtiar, namun yang menentukan semua, ada di tangan Sang Maha Pencipta. Begitu pula saat dirinya menjabat sebagai Bupati Loteng dua periode. Lagi-lagi, ia menekankan tidak pernah berambisi terlalu jauh. Tapi, karena berbicara pegabdian dan pelayanan, masyarakat pun memilihnya.

Suhaili juga punya filosofi sendiri. Kekuasaan kata dia, bukanlah kepentingan, sehingga harus bertarung sedemikian rupa untuk merebutnya. Kepentingan juga, bukanlah keinginan pribadi atau kelompok tertentu saja. Tapi, seluruh elemen masyarakat.

A�Zulkieflimansyah

Kandidat lain yang getol di media sosial adalah Zulkieflimansyah. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banten ini memang punya hajat merebut kursi NTB 1. Kendati adalah putra kelahiran NTB, Zulkieflimansyah memang selama ini kiprahnya tak banyak bersentuhan langsung dengan NTB. Kecuali belakangan tentu saja, saat dia banyak berkunjung ke Bumi Gora.

Belum lama, Zulkieflimansyah kemudian membuat akun Facebook dengan nama Bang Zul Zulkieflimansyah. Hingga tadi malam, akun ini telah bertema dengan 4.083 akun.

Akun ini banyak memuat postingan Zul tentang pandangannya terhadap sejumlah isu terkini. Dominan pula terkait ekonomi Indonesia atau juga ekonomi NTB. Ini lazim, mengingat Zul adalah doktor ekonomi.

Postingan ini dilike oleh lebih dari 100 orang. Rekor terjadi untuk postingan terkait aksi 212 yang dilike oleh lebih dari 600 akun kala itu. Jumlah komentar pun bervariasi. Bisa hingga 20 akun. Sementara postingan juga dibagikan. Kadang bisa sampai oleh 20 akun. Namun, kadang ada yang dibagi oleh dua akun saja.

Bagi Zul, medsos adalah keniscayaan. Diakuinya ini salah satu peluang meningkatkan citra bagi kandidat kepala daerah di NTB. Tentunya kata dia, siapa saja boleh ikut serta meramaikan jagat medsos, sebelum ada aturan yang mengatur dan melarangnya.

Diakui, ia sendiri sudah cukup lama memiliki akun facebook. Sejak tahun 2014. Hanya saja saat ini ada dorongan kuat dari kerabat, sanak saudara, partai, relawan dan simpatisan yang menginginkan dirinya untuk lebih aktif di medsos. Tujuannya untuk memperkenalkan lebih cepat akan dirinya melalui beragam postingan. a�?Karena NTB bukan dapil saya. Maka mulai memperkenalkan diri pada masyarakat,a�? ungkap politisi PKS ini.

a�?Mulai membiasakan agar masyarakat (dalam memilih pemimpin) tidak seperti membeli kucing dalam karung,a�? tambah Bang Zul, begitu dia karib disapa.

Namun, jika ditanya apakah dia mengandalkan medsos semata? Secara pribadi, Bang Zul ternyata lebih menyukai menyosialisasikan visi misinya secara face to face. Sehingga masyarakat mengetahui dengan jelas bakal calon pemimpin yang akan dipilihnya.

A�Wilgo Zainar

Masih dari politisi Senayan, ada pula nama Wilgo Zainar, anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTB. Pria yang kini Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini disebut sebagai salah satu kandidat yang akan bertarung dalam Pilgub NTB 2018.

Selain akun pribadi di Facebook, Wilgo juga fanpage yang diberi nama Willgo Zainar Center. Cuma fanpage ini tidak sering mengupdate kegiatan Wilgo. Sementara di sisi lain, di akun pribadinya, Willgo sangat aktif. Rata-rata sekali posting, ada lebih dari 100 akun yang like. Itu terjadi dalam sebulan terakhir.

Bagaimana sepekan ini? Terakhir postingan Willgo pada 30 November 2016. Saat itu, postingan dilike 74 akun. Selebihnya hingga tanggal 6 Desember, belum ada kegiatan Willgo yang diunggah pada akun medsosnya.

Kepada Lombok Post, anggota Komisi XI DPR RI A�ini mengatakan, medsos dimanfaatkan untuk pilkada sebetulnya sangat baik. Namun, penekanannya harus digunakan secara bertanggung jawab. Jangan sampai dimanfaatkan dengan kampanye hitam. Seperti fitnah dan propaganda sesat yang tidak sesuai fakta.

Bagi Willgo, pemanfaatan medsos untuk memuat visi misi halal saja dilakukan. Sehingga demokrasi Pilkada NTB menjadi hal yang menyenangkan, sejuk, damai, bergembira. Bukan ajang caci maki atau jelek menjelekkan antarkandidat.

a�?Kalau saya tim khusus di medsos belum ada. Sejauh ini mereka adalah kader partai, simpatisan, dan relawan partai,a�? akunya.

Lalu Rudy Irham Srigede

Satu lagi kandidat lain yang juga sangat aktif di media sosial adalah Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede. Pria yang kini menjabat sebagai Inspektur Kodam IX Udayana ini terpantau memiliki sejumlah akun, baik akun pribadi maupun akun yang mengatasnamakan dirinya. Rudy juga punya akun fanpage.

Akun-akun itu antara lain Lalu Rudy Irham Srigede, SAHABAT LARIS (Lalu Rudy Irham Srigede), Polong Renten a�?Lalu Rudy Irham Srigedea�? KLU, Bazank LARIS (Lalu Rudy Irham Srigede), hingga RELAWAN MUDA NTB LALU RUDY IRHAM SRIGEDE.

Sementara untuk akun pribadinya sendiri, Rudy terpantau tidak terlalu eksis mengupdate kegiatan atau postingan. Kalaupun ada sejumlah kegiatan yang dilakukan Irdam IX Udayana ini, ditandai dari akun-akun lainnya.

Namun sekali Rudy membuat postingan, serentak puluhan akun akan memberi like. Misalnya saja terlihat dari postingan pada 29 November 2016. Kata-kata motivasi diunggah dengan lokasi di Bali, bertuliskan a�?Nusantara Bersatua�? Indonesiaku Indonesiamu Indonesia Kita Bersama Bhinneka tunggal Ika itu, sekitar 73 orang menyukainya dan satu kali dibagikan.

Soal ini, Rudy belum bisa dikonfirmasi. Namun, Ketua Tim Sukses Pemenangan Lalu Rudy Irham Srigede, Lalu Wierrahaman menegaskan, medsos sangat penting mengenalkan dan menginformasikan kegiatan bagi semua orang. Tak terkecuali Lalu Rudy Irham Srigede.

a�?Relawanlah yang berusaha mengenalkan calon gubernur yang digagas melalui medsos,a�? kata dia soal akun-akun medsos atas nama Rudy tersebut.

Dikatakan, dengan sebutan Relawan LARIS (Lalu Rudy Irham Srigede), semua relawan menyebarkan kegiatan-kegiatan dengan aktif. Anggapan bahwa tim sukses atau relawan mendapat bayaran dari calon, ditampik oleh Wierrahaman ini.

Diakui dia, hingga saat ini Rudy tidak mengeluarkan dana sepeser pun untuk relawan di medsos. Ini murni kata dia, gagasan relawan. Bantahan itu sekaligus mematahkan anggapan bahwa Rudy telah membayar biaya iklan secara resmi kepada Facebook. a�?Belum ada soal iklan di Facebook itu. Pilgub kan masih lumayan lama,a�? tandasnya.

TGH Hasanain

Sementara itu, dari kalangan ulama, muncul pula nama TGH Hasanain Juaini. Di NTB, Hasanain memang punya nama besar. Dia punya kiprah luar biasa untuk masyarakat di luar mengelola Pondok Pesantren Nurul Haramain di Narmada, Lombok Barat.

Sejumlah penghargaan internasional dan nasional juga disandang Hasanain sebagai pengakuan atas kiprahnya itu. Maka, ketika belakangan dia getol di media sosial, dinilai sebagai salah satu strategi untuk memoles citra menyongsong Pilgub 2018.

Di Facebook ada akun bernama Sahabat TGH Hasanain Juaini yang diikuti sekitar 298 orang. Sementara satu akun lagi berupa grup publik Tim Grup Sahabat TGH. Hasanain Juaini. Sementara akun pribadinya berteman dengan 5.000 orang.

Tercatat jejak-jejak postingan Hasanain di dua group akun tersebut. Sekali posting, akun tersebut kemudian mendapat sedikitnya 15 like.

Namun, sebetulnya Hasanain mengaku sekarang sudah tidak terlalu getol aktif di media sosial. Hal itu justru terjadi manakala namanya banyak disebut khalayak akan bertarung di Pilgub 2018.

a�?Sekarang ini saya mulai mengurangi main media sosial,a�? kata tokoh agama di NTB ini pada Lombok Post.

Hasanain bahkan mengaku, dirinya mulai takut untuk memposting sesuatu di media sosial. Ini juga untuk menajaga gar tidak salah persepsi akan postingan tersebut. a�?Kalau saya aktif di media sosial itu sebenarnya dari dulu. Jadi kalau sekarang terpantau, bukan untuk proses pengenalan diri,a�? katanya.

Namun, jelas baginya bahwa media sosial adalah ruang untuk menjaga komunikasi dan silaturahmi.

Sementara khusus soal pengenalan dirinya, Hasanain mengaku sudah cukup. Dirinya pun sudah dikenal khalayak. Namun, ketika di media sosial banyak aspirasi terhadap dirinya, Hasanain mengatakan bahwa hal tersebut sebagai gambaran masyarakat yang mendorong dirinya kian berkhidmat untuk daerah melalui jalur pemerintahan.

Dirinya mengibaratkan aspirasi tersebut sebagai panggilan umat. Dan dalam agama, panggilan umat kata Hasanain, tak bisa ditolak.

Namun apakah dirinya positif akan bertarung di Pilgub? Soal ini, Hasanain akan meminta pandangan banyak pihak. Tokoh masyarakat, keluarga, atau kerabat. Termasuk Salat Istikharah.

Yang pasti, kata Hasanain, kiprahnya untuk memajukan NTB adalah mutlak. Dan diakuinya, seluruh pengabdiannya selama ini baik di bidang lingkungan dan di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan, masih harus ditingkatkan lagi demi kemajuan Bumi Gora.

Di luar nama-nama di atas, tentu saja, figur-figur lain yang digadang-gadang akan maju dalam Pilgub juga punya akun di media sosial. Antara lain misalnya Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin. Namun, nama terakhir tidak terlalu aktif. Semua mafhum. Sebagai Wakil Gubernur, Ketua DPW Partai Nasdem ini memang sudah memiliki panggung sebagai kepala daerah. Panggung yang jauh lebih besar dan lebih komplet dibanding sekadar panggung media sosial.

Ada pula nama KH Zulkifli Muhadli. Mantan Bupati Sumbawa Barat dua periode yang digadang akan maju setelah pada Pilgub 2013 hanya menduduki posisi nomor dua perolehan suara.

Zulkifli disebut akan maju melalui jalur independen. Saat ini akun-akun yang terkait dengan Zulkifli memang banyak. Maklum. Jalur independen, mengharuskannya menyiapkan KTP dalam jumlah tak sedikit. Lebih dari 300 ribu KTP. Dan Zulkifli yakin akan mampu mengumpulkan 500 ribu KTP sebagai garansi untuk dirinya maju bertarung.

Apaka Kata Pengamat?

Pengamat politik Ahyar Fadli menilai fenomena aktifnya kandidat yang ingin bertarung dalam Pilgub 2018 di media sosial, terkait erat dengan komunikasi politik atau kampanye.

Pemanfaatan medsos sesungguhnya kata dia, merupakan fenomena baru dan menarik untuk dicatat. Pada pemilu 1999 dan 2004 mulai muncul kampanye partai atau kandidat melalui iklan politik di televisi, dan terbaru melalui medsos FB.

Kampanye yang sebelumnya bersifat non-mediated campaign pawai massa, kemudian beralih ke metode mediated campaign televisi swasta. Dan kini beralih ke metode kampanye dunia maya.

Pada metode mediated campaign dan medsos peran konsultan komunikasi politik sangat signifikan. Mereka lebih memercayai opinion leader yang efektif melalui media televisi. Konsultan komunikasi politik bertindak tidak hanya bagaimana mengemas suatu iklan politik di televisi dan medsos tetapi juga ke mana suatu iklan itu mesti di arahkan.

Masalahnya, apakah berkomunikasi via media medsos akan efektif atau tidak bagi bakal calon gubernur? Kalau melihat yang like atau menyukai dari masing-masing kandidat belum banyak, artinya kata dia, medsos sebagai media untuk memperkenalkan diri belum cukup efektif. Beda halnya ketika yang like ribuan orang.

Di sisi lain, kelemahan medsos juga banyak. Antara lain, karena kandidat tidak tahu bahwa orang yang menyukai itu berdomisili di mana. Dan sangat mungkin tidak mempunyai hak pilih.

Pun begitu, di media sosial, kandidat juga mesti menyiapkan diri secara psikologis. Lantaran harus menerima dan menelan mentah-mentah kritikan, saran, bayolan para liker tentang dirinya. Hal ini penting sebab tidak ada filter dalam berkomunikasi via medsos. Kalau tidak siap dibully sebaiknya tidak memanfaatkan media sosial atau medsos untuk berkomunikasi politik.

Terpisah, pengamat politik IAIN Mataram Kadri mengatakan, medsos menjadi wadah komunikasi dan interaksi sebagian amsyarakat. Wacana dan isu seringkali berawal dari medsos. Diskusi dan debat terus berkembang di dalamnya.

Karena itu kata dia, kandidat tidak boleh jauh dan medsos dan harus melek medsos. Akun medsos yang dibuat relawan tidak ada masalah. Namun, kandidat juga harus punya akun pribadi yang bisa diakses publik.

Memang segala unggahan tidak sedikit mendapat komentar positif dan negatif. Itu adalah hal yang biasa dalam diskusi.

Hanya saja, yang harus diingat bahwa kebenaran informasi di medsos susah dikonfirmasi. Karena tidak menggunakan standar informasi dan news seperti di media konvensional.

Sebab itu, rakyat harus selektif jangan sampai terjebak pada promosi dan kampanye bohong medsos. Terutama dari tim sukses. Bagi tim sukses juga perlu diingatkan, agar menjaga objekivitas informasi yang dipublikasikan. Jika tidak bisa menjadi boomerang bagi jagoannya. a�?Publik akan mencap mereka sebagai pembohong dan tidak layak dipilih,a�? ujarnya.

Menurutnya, pencitraan tidak boleh terlalu jauh dari kenyataan. Bila medsos dijadikan sebagai sarana penebar kebohongan, kebencian, maka menjadi alarm matinya kepercayaan publik pada medsos. a�?Tinggal menunggu giliran, medsos yang ditinggalkan publik,a�? papar Kadri.

Pengamat lainnya Agus menambahkan, fenomena pemasaran politik melalui medsos saat ini sedang digandrungi oleh politisi. Tentu saja karena media ini menyediakan berbagai kemudahan disamping berbiaya murah.

a�?Saya membaca medsos sangat efektif untuk menarik minat pemilih pemula dan pemilih kelas menengah perkotaan,a�? katanya.

Maka peluang berkampanye lewat medsos menurut Agus harus mampu dimanfaatkan oleh kandidat. Prinsipnya untuk menyakinkan sebanyak-banyaknya pemilih, bakal calon juga harus memanfaatkan sebanyak-banyaknya media. Jadi? Siap-siap. Ini pertanda, pertarungan masih akan sangat panjang dan bisa jadi akan amat melelahkan. (ewi/yuk/dss/ton/nur/kus/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka