Ketik disini

Headline Praya

Suhaili Minta DPRD dan PNS Tes Urine

Bagikan

PRAYA – Seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkab, Lombok Tengah (Loteng), dipastikan akan mengikuti jadwal pelaksanaan tes urine. Termasuk, para pejabat eselon II dan III yang segera dimutasi.

a�?Kalau ditemukan positif, maka menjadi catatan,a�? kata Bupati HM Suhaili FT, kemarin (6/12).

Syarat utama kenaikan eselon, pangkat dan jabatan kedepanya, kata Suhaili harus melampirkan surat bebas narkoba dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB. Uji coba dimulai dari proses mutasi, yang akan digelar akhir tahun ini. a�?Sekali lagi, ini menjadi syarat utama. Ingat itu,a�? tekannya.

Tes urine secara masal, lanjut Ketua DPD I Golkar NTB tersebut, akan dilaksanakan secara bertahap. Dipastikan seluruh pegawai akan mengikutinya. Pelaksanaan bersifat rahasia dan mendadak. Tinggal menunggu waktunya saja, kapan dan dimana. a�?Tolong disampaikan, bila perlu dewan juga dites urine,a�? tantang Suhaili.

Kebijakan dan langkah itu semua, tambah Suhaili untuk menunjukkan kepada masyarakat, bahwa seluruh pejabat, pegawai dan para anggota dewan bersih dari narkoba.

a�?Karena penggunaan narkoba di Loteng tinggi. Apalagi, setelah adanya bandara,a�? kata Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTB Anggraini Ninik, terpisah.

Berbicara angka, beber Anggraini hampir setiap bulan BNNP menangani kasus penyalahguna narkoba asal Loteng. Terbanyak, dari kalangan pelajar dan masyarakat umum. Belum lagi, yang meminta sosialisasi dan penyuluhan.

Dari perjalanan itu, lanjut Anggraini disimpulkan bahwa, Kecamatan Pujut, tepatnya di Desa Sengkol dan Desa Kuta ditetapkan sebagai kawasan zona merah, bahaya narkoba. Namun, bukan berarti desa/kelurahan lain aman, tetap saja ada walau jumlahnya sedikit. a�?Kalau berbicara NTB, merata semua seluruh kecamatan. Ini sangat mengkhawatirkan,a�? ujarnya.

Untuk menekan tingginya penggunaan narkoba itu, pihaknya mengaku tetap melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan di beberapa desa/kelurahan, yang dianggap rawan bahaya narkoba. Hanya saja, kegiatan itu akan sia-sia, jika tidak ada peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda.

Ditangan merekalah, menurut Anggraini program stop narkoba bisa berjalan sukses. Begitu pula sebaliknya. a�?Mohon kerja sama para tokoh, untuk bersama-sama kita perangi narkoba. Katakan tidak untuk narkoba,a�? serunya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka