Ketik disini

Giri Menang

Umat Hindu Persembahkan Dua Ekor Kerbau

Bagikan

Ribuan umat Hindu di Lombok Barat dan Kota Mataram menggelar pedek tangkil di Pura Gunung Pengsong, kemarin (6/12). Seperti apakah jalannya upacara sakral persembahyangan tersebut? Berikut ulasannya

***

SEJAK A�pagi antrean sudah mulai terlihat di salah satu pura bersejarah di Lombok Barat tersebut. Ribuan umat Hindu yang hadir kala itu hendak melaksanakan persembahyangan bersama. Dalam rangka pujawali Pura Gunung Pengsong, yang jatuh pada Anggarakasih.

Persembahyangan bersama ini sebenarnya sudah biasa dilakukan di Pura Gunung Pengsong. Namun tahun ini sedikit berbeda. Sebab salah satu prosesi acaranya yakni prosesiA�mecaru menggunakan kerbau.

Jika biasanyaA�mecaruA�dilakukan dengan menggunakan sarana bantenA�(sesajen), menggunakan ayam mentah yang diambil tulang-tulang. Tahun ini, pecaruan menggunakan kerbau yang dipotong dan dimasak.

Dua ekor kerbau dipersembahkan oleh 44 banjar pengempon Pura Gunung Pengsng.

Ketua Panitia Ida Bagus Windia Adnyana menjelaskan, sebelum prosesi acara puncak, rangkaian acara Puja Wali ini sudah dilakukan sejak Senin (5/12) lalu. Diawali dengan upacaraA�NgendekA�pagi hari yang dihajatkan untukA�matur piuningA�alias pemberitahuan.

Kemudian sore harinya, dilanjutkan dengan prosesiA�NyuciangA�sarana Upakara sekaligus mempersiapkan dua ekor kerbau yang akan dipersembahkan ke Ida Sang Hyang Widhi Wasa di Pura Penataran Pagesangan dan Klebut Rambut Diwi.

Selanjutnya, tepat pada pukul 11.10 wita kemarin, umat Hindu pengempon Pura Gunung Pengsong menyucikan kerbau yang dijadikan persembahan. Dilanjutkan kembali untuk dimandikan di Tukad Babak, bagian selatan Dusun Sengkongo Kuranji.

a�?Selepas itu, barulah dinaikkan ke puncak gunung untuk dipotong atau yang disebut dengan prosesiA�Nuek,a�? bebernya.

Pria yang akrab disapa Gus Win ini mengaku tidak wajib di setiap acara pujawali selalu menggunakan kerbau sebagai persembahan. Namun biasanya, kerbau dipersembahkan pada Anggarakasih Prangbakat Nemu Sasih Kapat Utawi Kalima.

a�?Di sini (Pura Gunung Pengsong) tidak pernah memakai caru untuk Mecaru. Di sini biasanya menggunakan sarana kerbau yang kemudian di potong. Dan itulah dianggap sebagai Caru,a�? jelasnya.

Semua proses persembahyangan Pujawali di Pura Gunung Pengsong itu dilakukan sesuai runutan Pura. Pertama dilakukan di Pura Tirta Mumbul Sari. Kemudian dilajutkan ke Pura Pemedek lalu menuju Pura Melanting, Pura Gua Raksasa, Pura Gedong Arsa, Pura Ukir Kawi, Pura Lumbung, Pura Gunung Sari dan Pura Majapahit. (M Zainuddin, Giri Menang/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka