Ketik disini

Metropolis

Cegah Konflik Sosial dengan Kearifan Lokal

Bagikan

MATARAM – Masyarakat NTB yang terdiri dari tiga suku besar yakni Sasak, Samawa dan Mbojo memiliki nilai-nilai kearifan lokal. Namun kini mulai dilupakan generasi muda, akibatnya berbagai persoalan sosial tidak diselesaikan dengan baik, dan berujung pada konflik sosial.

Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) NTB H Ahsanul KhalikA� mengatakan, para leluhur telah mengajarkan nilai-nilai kearifan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Tapi saat ini, nilai-nilai itu mulai terlupakan. Sebab masyararakt terlalu lama terlena dalam gaya hidup hedon dan serba instan.

Di Bima misalnya, ada kearifan lokal yang ditinggalkan orang tua terdahulu yakni Ampa Pare. Dalam tradisi ini, masyarakat Bima bergotong-royong mengangkat padi, penuh nilai-nilai kebersamaan. Tapi nilai-nilai gotong royong itu mulai luntur, dan di Bima konflik antar warga mulai menjadi tontonan. Tidak ada lagi kebersamaan dan solidaritas, jika terjadi konflik antar kampung, warga dari kampung lain hanya bisa menonton. “Tidak ada lagi yang saling mengingatkan,a�? kata Ahsanul Khalik dalam silaturahmi penguatan akses kearifan lokal di Hotel Aston Inn, Selasa malam (6/12).

Di Sumbawa, ada tradisi berlawas. Jika diresapi, dalam lawas tersebut terkandung nilai-nilai luhur yang diajarkan orang tua terdahulu. Pada prinsipnya bagaimana mendorong persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Sehingga segala macam persoalan sosial bisa diselesaikan bersama. “Tapi sekarang mulai dilupakan,a�? katanya.

Di Lombok, saat ini terjadi fenomena yang cukup memprihatinkan, seperti musik ale-ale dan kecimol yang mulai keluar dari nilai-nilai masyarakat Sasak. Ia sepakat dua jenis musik tersebut adalah karya seni, tetapi harus diatur agar tidak kebablasan dan keluar dari nilai dan norma masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menggali nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat. Sehingga sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, dan generasi mudah bisa mengenal nilai kearifan yang diwariskan.

Salah satu persoalan serius yang tengah di hadapi saat ini adalah, rentannya terjadi konflik-konflik sosial di tengah masyarakat. Konsep kebijakan pemerintah saja tidak cukup jika tidak dipahami dengan baik oleh masyarakat. Tapi jika nilai-nilai kearifan lokal dihidupkan,A� maka berbagai persoalan bisa diselesaikan bersama. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka