Ketik disini

Giri Menang

Kenakan Pakaian Adat Sasak, Usung Tema Kopi Beriuk

Bagikan

Beragam cara dilakukan panitia tempat pemungutan suara (TPS) untuk menarik minat masyarakat datang mencoblos dalam Pilkades serentak di Lobar. Pernak-pernik unik pun menghiasi TPS. Berikut laporannya

***

MASIHA�sangat pagi, jarum jam baru menunjukkan pukul 07.00 Wita. Namun di TPS 05 Dusun Bengkel Utara Timur tampak berbeda. Meski TPS belum membuka aktivitas pencoblosan. Warga sudah menyemut.

TPS ini mengusung tema kopi beriuk. Dimana seluruh KPPS diwajibkan mengenakan kostum atau atribut adat Sasak. Mulai dari sapuk (ikat kepala khas Sasak) hingga pakaian adat. Hal ini dilakukan sebagai upaya panitia untuk menarik minat masyarakat datang ke TPS.

Menurut Ketua KPPS 05 Fathurrahman, pemakaian baju adat Sasak itu memang inisiatif dari panitia. Tidak ada intruksi langsung dari panitia kabupaten ataupun pihak lain.

Selain menarik minat peserta mencoblos, mereka juga ingin masyarakat bangga mengenakan pakaian adat Sasak.

a�?Alhamdulillah mulai dari pukul 07.00 Wita warga antusias. Padahal TPS baru buka pukul 08.00 Wita,a�? ujarnya.

Di TPS 05 Dusun Bengkel Utara Timur, jumlah DPT mencapai 655 orang. Memilih tiga calon kades.

Menurut Fathurrahman, penggunaan pakaian adat sasak sengaja dikenakan pada momen Pilkades tahun ini, sebagai wujud kecintaan mereka sekaligus pelestarian budaya sasak yang semakin tergerus oleh budaya modern. a�?Generasi muda harus bangga mengenakan pakaian ini (Sasak),a�? katanya.

Sementara untuk tema kopi beriuk, mereka terinspirasi dari coffie break. Jika biasanya panitia menyediakan permen (manisan) untuk diberikan kepada setiap peserta yang sudah mencoblos, TPS 05 menyediakan kopi secara gratis. Masyarakat yang mencoblos tinggal memilih teh atau kopi.

Dikatakan Faturrahman, konsep ini terbukti menarik minat masyarakat datang mencoblos. Jika selama ini proses pencoblosan yang terkesan serius, berubah menjadi santai dan lebih menarik.

A�a�?Ada kesan jenuh setiap tahunnya mencoblos dengan suasana datar. Kita coba menyajikan yang baru tahun ini,a�? ujarnya.

Langkah panitia memilih tema santai dengan berpakaian adat Sasak itu memang terbukti ampuh. Rata-rata warga yang datang mencoblos mengaku sedikit terkejut karena tidak biasa seperti itu. Masyarakat yang datang ke TPS 05 menjadi lebih nyaman dan santai. (M Zainuddin, Giri Menang/r5)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka