Ketik disini

Headline Metropolis

Selesaikan Sampah Sebelum Berebut Kursi

Bagikan

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, sudah menyatakan diri akan ikut bertarung dalam perebutan kursi Gubernur NTB pada Pilkada 2018 mendatang. Namun, sebelum benar-benar meninggalkan Pemkot Mataram, ada baiknya jika politisi Partai Golkar ini menyelesaikan permasalahan sampah di Mataram.

***

EnamA� tahun sudah H Ahyar Abduh memimpin Kota Mataram. Namun, kesadaran masyarakat Kota Mataram, terutama terkait masalah sampah, tak jua tebentuk. Begitu pun dengan kedisiplinan petugas kebersihan mengangkut sampah dari TPS (tempat pembuangan sementara) ke TPA (tempat pembuangan akhir) masih jauh dari harapan.

Sampah tetap menumpuk. Menggunung. Bahkan meluber hingga memakan setengah badan jalan. Selain tidak sedap untuk dipandang, baunya pun menyebar ke mana-mana. Pengendara terganggu, pejalan kaki tersiksa.

Sebenarnya Pemkot Mataram tidak diam. Mereka bekerja. Tapi, tidak stabil. Ketika disorot di media massa, penanganan ekstra dilakukan. Namun, beberapa hari kemudian, kendor lagi. Sampah menumpuk lagi.

Dari segi kebijakan, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh juga sudah melakukan perubahan. Di periode pertama kepemimpinannya, sosok muda seperti Dedi Supriady diberi kepercayaan. Sebagai Kepala Dinas Kebersihan, Dedi berhasil memberi harapan di awal masa jabatan. Sayangnya, beberapa tahun berselang, Mataram kembali menjadi lautan sampah.

Di periode kedua memimpin Kota Mataram, Dedi masih bertahan. Namun, beberapa bulan lalu, ia akhirnya dipindah. Dedi mengemban jabatan baru sebagai Kepala BPBD Kota Mataram.

Ditinggal Dedi, Dinas Kebersihan hingga saat ini belum memiliki pemimpin definitif. Wali kota pun menunjuk pelaksana tugas (Plt). Yakni, H Kemal Islam.

Pria yang juga menjabat Kadis Pertamanan ini di awal masa jabatannya juga memberi harapan. Beberapa TPS terlihat bersih. Sayangnya, beberapa minggu kemudian, tumpukan sampah kembali terlihat di mana-mana.

Tak mau disalahkan, Dinas Kebersihan pun balik menyerang. Ia menuduh masyarakat yang kurang sadar akan kebersihan. “Misalnya saja soal jam buang sampah, itu belum ditaati,a�? ujar Kabid Pelayanan Kebersihan, Dinas Kebersihan Kota Mataram H Muzahar, kemarin.

Kendati beragam spanduk sudah ditebar, nyaris tak ada satu pun kelurahan yang benar-benar bisa menjalankannya. Buktinya, setiap hari, pagi hingga sore tumpukan sampah selalu terlihat di tempat pembuangan sementara yang ada.

a�?Kita baru angkat, masyarakat sudah buang lagi di situ,a�? keluhnya.

Aturan memang sudah dibuat. Masyarakat diminta membuang sampah sore atau malam hari. Sehingga pengangkutan dapat dilakukan saat pagi. Selanjutnya Mataram tampak bersih hingga sore, karena tak ada lagi tumpukan sampah yang berserakan.

Namun fakta di lapangan tidaklah begitu. Di banyak TPS, sampah meluber, tak terangkat. Kalaupun diangkut, masyarakat kembali memenuhinya. Mereka membuang sampah sesuai jadwalnya masing-masing. Tak mau mengikuti arahan pemerintah.

“Kami sudah suarakan juga lewat lurah, dan camat, bahkan juga kaling,a�? ujarnya.

Jika saja aturan itu bisa diatasi, ia meyakini masalah sampah akan sangat mudah tertangani. a�?Kalau petugas, kami sudah sangat siap dan mampu,a�? klaimnya.

Namun pantauan Lombok Post menunjukkan klaim itu tak sepenuhnya benar. Kemarin, tepat di depan bagian barat kantor wali kota sampah daun berserakan. Sedari pagi hingga siang sampah-sampah itu tak kunjung disapu. Apa lagi diangkut.

“Tidak ada yang sapu tuh, dari tadi,a�? keluh Ratna, salah seorang warga yang duduk santai di taman depan kantor wali kota itu.

Kondisi itu jelas menjadi peseden buruk bagi pemkot. Di satu sisi menuding masyarakat belum taat. Namun faktanya tak mengurus sampah yang nyata bahkan di depan kantor wali kota.

Jika kondisinya seperti ini terus, bukan tidak mungkin menjadi ancaman bagi H Ahyar Abduh. Masalah sampah di Mataram bisa saja dieksploitasi para pesaingnya, yang juga ngebet menduduki kursi orang nomor satu di NTB.

Ahyar sendiri sudah secara tegas memerintahkan Dinas Kebersihan untuk berinovasi. Di beberapa kesempatan, ia meminta Dinas Kebersihan bekerja lebih keras lagi.

“Masalah sampah harus bisa teratasi. Dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Ahyar dalam sebuah kesempatan.

Ahyar juga meminta masyarakat membantu pemerintah dalam mengatasi sampah ini. “Tak mungkin bisa teratasi kalau masyarakat tidak mendukung,” tandasnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka