Ketik disini

Metropolis

DPKP Bantah Terlibat

Bagikan

MATARAM – Sekitar pertengahan November lalu, kelompok Tani (Koptan) asal Kota Mataram, diperiksa Kejakasan Tinggi (Kejati) NTB. Koptan Sayang Daya Dua saat itu dimintai keterangan oleh jaksa.

Pemeriksaan itu menyusul keputusan kelompok ini mengalihkan alat pemipil jagung mereka ke Desa Gontoran, Lingsar, Lombok Barat.

Dalam keterangannya, Bendahara Koptan Sayang Daya Dua H Syafrullah mengatakan, bantuan alat pertanian itu diterima pada tahun 2015. Hanya saja atas alasan alat terlalu berisik dan dekat dengan tempat ibadah, alat itu kemudian dipindahkan. “Dipindahkan ke desa Gontoran,a�? Kata Syafrullah.

Pemindahan itu juga diklaim atas persetujuan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Kholtikultura NTB.

Syafrullah sendiri tidak menyangka jika proses itu akhirnya mengundang Kejati turun tangan. “Saya ditanya tentang pengalihan alat pemipil jagung,a�? jawabnya kala itu.

Untuk diketahui, pengadaan alat pemipil jagung ini juga bersamaan dengan alat pengering gabah (vertikal drayer). Diikuti oleh 43 persuhaan. Sementara pemenang dari lelang ini adalah UD HR (inisial, Red). Masing-masing alat nilainya Rp 935 juta.

Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Mataram, membantah terlibat dalam kasus ini. Kepala Bidang Pertanian Fahrurrozi mengatakan, pihaknya tidak pernah tahu menahu soal bantuan dan terlibat di dalamnya.

Bahkan ia mengatakan Kota Mataram justru tidak layak dapat alat pemipil jagung. “Di sini petani kita tidak ada yang tanam jagung. Yang ada padi, kedelai, sayur-sayuran,a�? tepis Fahrurrozi.

Bantuan alat pertanian yang diterima warga kota dari Kementerian Pertanian hanya berupa alat panen padi. Alat ini dinamai Combine Harvester. Jumlah alat ini pun menyusut dari rencana awal.

a�?Sebelumnya kita dijanjikan 18 unit, tapi akhirnya hanya 10 unit,a�? terangnya.

Alat inilah yang digunakan para Koptan memanen hasil pertanian padi mereka. Alat ini telah diserahkan pada 10 Koptan. Lalu secara swadaya dioperasikan, ketika musim panen tiba.

a�?Alat ini kita terima ada mungkin sekitar empat bulan lalu,a�? terangnya.

Selain itu, ia mengaku tidak tahu ada alat lain dari Kementerian yang diterima petani Kota Mataram. Justru saat ini menurutnya, DPKP tengah sibuk mempersiapkan pelatihan bagi para petani. Agar hasil panen meningkat.

Selain itu, pelatihan pengoperasian alat panen juga diberikan sebagai bekal mengoperasikan alat-alat canggih itu. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka